5 Arah Kebijakan Panglima Militer Israel Baru yang Menyebut 2025 Adalah Tahun Perang

Senin, 10 Februari 2025 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Namun, di luar afiliasi politiknya, pengangkatan Zamir penting karena alasan lain: latar belakang militernya menandai perubahan dalam prioritas strategis Israel.

Selama hampir setengah abad—kecuali Dan Halutz, yang berasal dari angkatan udara—semua kepala staf umum Israel telah direkrut dari pasukan terjun payung atau pasukan khusus.

Sebaliknya, Zamir berasal dari korps lapis baja. Kepala militer Israel terakhir dengan latar belakang serupa adalah David Elazar, yang mengundurkan diri secara memalukan menyusul kegagalan Israel dalam Perang Arab-Israel tahun 1973.

Baca Juga: Siapa Yousef bin Trad Al-Saadoun? Anggota Dewan Syura Saudi yang Meminta Trump Kirim Warga Israel ke Alaska dan Greenland

4. Mengembangkan Doktrin Zamir

Doktrin Zamir menandakan perubahan mendasar dalam strategi militer Israel—dari konflik asimetris dengan intensitas rendah menjadi peperangan darat berskala besar.

Penekanannya pada divisi lapis baja dan berkurangnya ketergantungan pada kekuatan udara tidak hanya dilihat sebagai penyesuaian taktis tetapi juga penataan ulang strategis, mempersiapkan tentara untuk pertempuran yang berkepanjangan dan berintensitas tinggi di seluruh wilayah.

Ia adalah salah satu komandan kursus "pelatihan ulang" eselon atas menyusul kegagalan memalukan Perang Lebanon tahun 2006, yang mengungkap kelemahan Israel dalam peperangan darat. Pelajaran dari perang itu tampaknya telah membentuk pandangannya tentang kesiapan militer—memprioritaskan divisi lapis baja dan konfrontasi darat langsung.

Pada tahun 2010-an, Zamir mendukung usulan menteri pertahanan saat itu Avigdor Lieberman untuk membentuk unit “pasukan rudal” di angkatan darat dan menentang pengurangan kekuatan tank.

Rencana ini—yang diajukan kepada Netanyahu dan yang lainnya—memberikan peringatan terhadap pengurangan tenaga manusia, yang menandakan komitmennya terhadap aparat militer yang lebih besar dan lebih agresif.

Zamir menganggap dirinya seorang reformis, tetapi versinya tentang "reformasi" berarti semakin memperkuat kebijakan militeristik Israel. Urgensinya sebagian besar didorong oleh kerugian besar yang diderita Israel sejak 7 Oktober.

Menurut angka resmi, sekitar 15 persen dari lebih dari 840 tentara Israel yang tewas berasal dari korps lapis baja—kedua setelah infanteri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved