Donald Trump Komitmen Ingin Memiliki Gaza, Ini Rencananya
Senin, 10 Februari 2025 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
"Negara-negara Timur Tengah akan menerima warga Palestina—tetapi hanya setelah mereka berbicara dengan saya terlebih dahulu," katanya
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji rencana Trump untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza, dengan mengatakan bahwa Israel bersedia "melakukan tugasnya".
Dalam wawancara Fox News yang ditayangkan Sabtu malam saat Netanyahu mengakhiri kunjungannya ke Washington, pemimpin Zionis yang diburu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait kejahatan perang di Jalur Gaza tersebut membela usulan Trump meski telah memicu kekhawatiran dan kecaman di seluruh Timur Tengah dan dunia internasional.
"Saya pikir usulan Presiden Trump adalah ide segar pertama dalam beberapa tahun, dan berpotensi mengubah segalanya di Gaza," kata Netanyahu, seraya menambahkan bahwa hal itu merupakan "pendekatan yang tepat" untuk masa depan wilayah Palestina.
"Yang Trump katakan adalah, 'Saya ingin membuka gerbang dan memberi mereka pilihan untuk pindah sementara sementara kami membangun kembali tempat itu secara fisik'," kata Netanyahu, menyangkal bahwa pemindahan warga Gaza akan bersifat permanen.
"Trump tidak pernah mengatakan bahwa dia ingin pasukan Amerika melakukan pekerjaan itu. Coba tebak? Kami akan melakukan pekerjaan itu", kata Netanyahu.
Israel telah menduduki Jalur Gaza sejak 1967 dan menarik pasukan dari wilayah itu pada 2005.
PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia terkemuka menganggap Gaza masih diduduki, karena Israel mengendalikan pergerakan orang, wilayah udara, dan arus barang ke daerah kantong Palestina tersebut.
Kemudian Israel memberlakukan blokade yang melumpuhkan di wilayah itu pada 2007.
Israel Siap Mengusir Warga Gaza
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji rencana Trump untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza, dengan mengatakan bahwa Israel bersedia "melakukan tugasnya".
Dalam wawancara Fox News yang ditayangkan Sabtu malam saat Netanyahu mengakhiri kunjungannya ke Washington, pemimpin Zionis yang diburu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait kejahatan perang di Jalur Gaza tersebut membela usulan Trump meski telah memicu kekhawatiran dan kecaman di seluruh Timur Tengah dan dunia internasional.
"Saya pikir usulan Presiden Trump adalah ide segar pertama dalam beberapa tahun, dan berpotensi mengubah segalanya di Gaza," kata Netanyahu, seraya menambahkan bahwa hal itu merupakan "pendekatan yang tepat" untuk masa depan wilayah Palestina.
"Yang Trump katakan adalah, 'Saya ingin membuka gerbang dan memberi mereka pilihan untuk pindah sementara sementara kami membangun kembali tempat itu secara fisik'," kata Netanyahu, menyangkal bahwa pemindahan warga Gaza akan bersifat permanen.
"Trump tidak pernah mengatakan bahwa dia ingin pasukan Amerika melakukan pekerjaan itu. Coba tebak? Kami akan melakukan pekerjaan itu", kata Netanyahu.
Israel telah menduduki Jalur Gaza sejak 1967 dan menarik pasukan dari wilayah itu pada 2005.
PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia terkemuka menganggap Gaza masih diduduki, karena Israel mengendalikan pergerakan orang, wilayah udara, dan arus barang ke daerah kantong Palestina tersebut.
Kemudian Israel memberlakukan blokade yang melumpuhkan di wilayah itu pada 2007.
Lihat Juga :