Donald Trump Komitmen Ingin Memiliki Gaza, Ini Rencananya
Senin, 10 Februari 2025 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Perang terbaru Israel di Gaza adalah yang paling mematikan dan paling merusak sejauh ini.
"Rencana Trump adalah perubahan dari cara lama yang sama, cara lama yang sama, cara lama yang sama, kami pergi, Gaza kembali diduduki oleh para teroris yang menggunakannya sebagai pangkalan untuk menyerang Israel. Tidak akan ke mana-mana," paparnya.
"Saya pikir kita harus mengupayakannya," imbuh dia, sambil memperingatkan bahwa masalah sebenarnya adalah menemukan negara yang setuju untuk menerima pengungsi Gaza.
Negara-negara Arab seperti Yordania dan Mesir telah lama menolak pengusiran warga Palestina dari Gaza, yang dipandang sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan.
Pemimpin Israel itu juga mengatakan bahwa warga Palestina harus "menolak terorisme" agar diizinkan kembali ke Gaza.
Bagi warga Palestina, setiap upaya untuk memaksa mereka keluar dari Gaza akan membangkitkan kenangan kelam tentang apa yang disebut dunia Arab sebagai "Nakba" atau bencana, yakni pengusiran massal warga Palestina selama pembentukan Israel pada tahun 1948.
"Semua orang menggambarkan Gaza sebagai penjara terbuka terbesar di dunia," kata Netanyahu.
"Usir penduduknya, biarkan mereka pergi. Bukan pengusiran paksa, bukan pembersihan etnis—mengeluarkan orang-orang dari apa yang disebut semua negara dan semua orang baik ini sebagai penjara terbuka. Mengapa Anda memenjarakan mereka?" ujarnya.
"Rencana Trump adalah perubahan dari cara lama yang sama, cara lama yang sama, cara lama yang sama, kami pergi, Gaza kembali diduduki oleh para teroris yang menggunakannya sebagai pangkalan untuk menyerang Israel. Tidak akan ke mana-mana," paparnya.
"Saya pikir kita harus mengupayakannya," imbuh dia, sambil memperingatkan bahwa masalah sebenarnya adalah menemukan negara yang setuju untuk menerima pengungsi Gaza.
Negara-negara Arab seperti Yordania dan Mesir telah lama menolak pengusiran warga Palestina dari Gaza, yang dipandang sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan.
Pemimpin Israel itu juga mengatakan bahwa warga Palestina harus "menolak terorisme" agar diizinkan kembali ke Gaza.
Bagi warga Palestina, setiap upaya untuk memaksa mereka keluar dari Gaza akan membangkitkan kenangan kelam tentang apa yang disebut dunia Arab sebagai "Nakba" atau bencana, yakni pengusiran massal warga Palestina selama pembentukan Israel pada tahun 1948.
"Semua orang menggambarkan Gaza sebagai penjara terbuka terbesar di dunia," kata Netanyahu.
"Usir penduduknya, biarkan mereka pergi. Bukan pengusiran paksa, bukan pembersihan etnis—mengeluarkan orang-orang dari apa yang disebut semua negara dan semua orang baik ini sebagai penjara terbuka. Mengapa Anda memenjarakan mereka?" ujarnya.
(mas)
Lihat Juga :