Tentara Bayaran AS dengan Gaji Rp17 Juta per Hari Bertebaran di Perbatasan Gaza, Ada Apa Gerangan?

Minggu, 09 Februari 2025 - 19:35 WIB
loading...
A A A
"Tentu saja mereka akan menghadapi ancaman," kata mantan pejabat intelijen Israel Avi Melamed, seraya mencatat bahwa personel AS dapat terlibat dalam bentrokan dengan kelompok bersenjata atau menjadi sasaran warga Palestina yang marah atas dukungan Washington terhadap operasi Israel di Gaza.

Menurut dokumen perusahaan, personel keamanan swasta akan dilengkapi dengan senapan M4 dan pistol Glock yang digunakan oleh militer AS dan Israel. Seorang juru bicara UG Solutions mengatakan aturan keterlibatan telah ditetapkan terkait kapan personel dapat melepaskan tembakan tetapi tidak dapat membagikan informasi tersebut. "Kami berhak membela diri," katanya.

3. Melibatkan Mesir

Tanpa menyebut UG Solutions atau Amerika Serikat, Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel mengatakan bahwa Israel telah meminta penggunaan perusahaan keamanan swasta untuk menjaga keamanan di Gaza dan agar bantuan kemanusiaan tetap mengalir. Perusahaan swasta ini akan bekerja sama dengan perusahaan keamanan Mesir atau pasukan keamanan Mesir, katanya.

Namun, Haskel menekankan bahwa waktu akan membuktikan apakah pengaturan ini 'akan benar-benar berhasil'.

Saksi mata melaporkan bahwa personel keamanan Mesir di pos pemeriksaan di Gaza menggunakan pemindai untuk mendeteksi senjata yang disembunyikan di dalam kendaraan. Sebuah sumber Mesir mengatakan bahwa personel keamanan di pos pemeriksaan tersebut telah menerima pelatihan khusus dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pelatihan kontraterorisme.

Pejabat Palestina juga mengonfirmasi bahwa personel keamanan swasta AS akan hadir di pos pemeriksaan tersebut. Namun, dilaporkan bahwa mereka tidak akan melakukan kontak langsung dengan penduduk dan tidak akan berurusan dengan warga sipil yang melewati pos pemeriksaan tersebut.

4. Bisa Memicu Krisis Besar

Melansir Harici, penggunaan perusahaan keamanan swasta oleh AS telah menyebabkan krisis besar di masa lalu. Pada tahun 2007, tentara bayaran dari perusahaan keamanan swasta Blackwater yang beroperasi di Irak menewaskan 14 warga sipil di Lapangan Nisur di Baghdad, yang memicu krisis diplomatik besar. Pengadilan AS menjatuhkan hukuman kepada empat karyawan Blackwater, tetapi pemerintahan Trump mengampuni mereka pada masa jabatan pertamanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
WHO: Gaza adalah Neraka...
WHO: Gaza adalah Neraka di Bumi, 300 Kematian Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved