Senjata Nuklir China Disebut Bakal Dua Kali Lipat, Beijing Sentil Balik AS
Kamis, 03 September 2020 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
“Namun angka itu sendiri hampir tidak dapat berbicara tentang kemampuan tempur. Beberapa kapal China adalah kapal berukuran kecil dan sedang. Jumlah Angkatan Laut AS jelas memberi mereka keunggulan mutlak," katanya.
Dia lebih lanjut menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS memiliki kapal induk bertenaga nuklir yang besar, dan juga kapal induk terbesar di dunia yang masing-masing dapat membawa sekitar 80 jet tempur.
Dongxu mengakui Angkatan Laut China yang berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir. "(Namun) China hanya memiliki dua kapal induk bertenaga konvensional (non-nuklir), lebih banyak kapal serbu amfibi, dan kapal perusak berpeluru kendali kelas 10.000 ton. Dibandingkan dengan jumlah AS, Angkatan Laut China masih tertinggal," tulis Dongxu. (Baca juga: Hebat! Pesawat Tempur F-16 TNI AU Bisa Tembak 4 Target Sekaligus Tanpa Melihat )
Laporan oleh Pentagon dilihat oleh analis militer China sebagai upaya untuk menakut-nakuti sekutu regional AS dengan tujuan agar mereka membutuhkan lebih banyak perlindungan dari Washington."Dan untuk mencari peningkatan anggaran dari Kongres AS dengan menggambarkan tentara China sebagai mengancam, itu membuat lebih banyak alasan untuk mencapai tujuannya," imbuh Dongxu.
Dia lebih lanjut menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS memiliki kapal induk bertenaga nuklir yang besar, dan juga kapal induk terbesar di dunia yang masing-masing dapat membawa sekitar 80 jet tempur.
Dongxu mengakui Angkatan Laut China yang berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir. "(Namun) China hanya memiliki dua kapal induk bertenaga konvensional (non-nuklir), lebih banyak kapal serbu amfibi, dan kapal perusak berpeluru kendali kelas 10.000 ton. Dibandingkan dengan jumlah AS, Angkatan Laut China masih tertinggal," tulis Dongxu. (Baca juga: Hebat! Pesawat Tempur F-16 TNI AU Bisa Tembak 4 Target Sekaligus Tanpa Melihat )
Laporan oleh Pentagon dilihat oleh analis militer China sebagai upaya untuk menakut-nakuti sekutu regional AS dengan tujuan agar mereka membutuhkan lebih banyak perlindungan dari Washington."Dan untuk mencari peningkatan anggaran dari Kongres AS dengan menggambarkan tentara China sebagai mengancam, itu membuat lebih banyak alasan untuk mencapai tujuannya," imbuh Dongxu.
(min)
Lihat Juga :