Pertama Kalinya, Ukraina Mengebom Posisi Militer Rusia dengan Bom JDAM-ER 1.000 Pound

Senin, 03 Februari 2025 - 09:29 WIB
loading...
A A A
Penggunaan muatan MK-83 terjadi pada saat perang yang melelahkan telah mencapai titik kritis, dengan Presiden AS yang baru, Donald Trump, menekankan bahwa dia serius untuk mengakhiri perang.

Trump mengumumkan pada 31 Januari bahwa pemerintahannya telah mengadakan pembicaraan sangat serius dengan Rusia, di mana dia dan Presiden Vladimir Putin dapat segera mengambil langkah-langkah signifikan untuk mengakhiri konflik.

Trump tidak menyebutkan secara rinci upaya apa yang dapat dilakukan. Namun, hal ini telah meningkatkan ketegangan di kedua belah pihak.

Baik Rusia maupun Ukraina melakukan upaya bersama untuk memaksimalkan keunggulan mereka di medan perang sebelum mereka dipaksa untuk duduk di meja perundingan.

Rusia, misalnya, telah mengintensifkan serangannya untuk mendorong lebih jauh ke dalam Ukraina pada titik kritis ini. Benteng utama Ukraina timur, Chasiv Yar, jatuh ke tangan pasukan Rusia yang maju awal minggu lalu setelah hampir setahun pertempuran sengit.

Pasukan Rusia juga telah mengintensifkan serangan udara terhadap Ukraina, mencoba memberikan pukulan maksimal.

Hal ini memberikan perspektif mengapa Ukraina telah mengintensifkan serangannya terhadap Rusia. JDAM yang membawa MK-83 menghasilkan ledakan dua kali lipat dibandingkan dengan MK-82 seberat 500 pound.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved