Pertama Kalinya, Ukraina Mengebom Posisi Militer Rusia dengan Bom JDAM-ER 1.000 Pound

Senin, 03 Februari 2025 - 09:29 WIB
loading...
Pertama Kalinya, Ukraina...
Ukraina, untuk pertama kalinya, mengebom posisi militer Rusia di garis depan dengan varian bom JDAM-ER seberat 1.000 pound pasokan AS. Foto/X @OSINTtechnical
A A A
KYIV - Ukraina, untuk pertama kalinya, mengebom posisi militer Rusia di garis depan dengan varian bom Joint Advanced Direct Munition -Extended Range (JDAM-ER) seberat 1.000 pound. JDAM merupakan “amunisi pintar” pasokan Amerika Serikat (AS).

JDAMdikenal sebagai perangkat ekor pemandu yang mengubah bom jatuh bebas tanpa pemandu yang ada menjadi “amunisi pintar" yang presisi dan tahan cuaca.

Mengutip laporan EurAsian Times,Senin (3/2/2025), sebuah video baru yang diunggah di media sosial pada 1 Februari menunjukkan jet tempur Su-27 Ukraina meluncurkan JDAM-ER dengan MK-83 seberat 1.000 pound sebagai muatan untuk pertama kalinya.

Sebelumnya Angkatan Udara Ukraina diketahui menggunakan hulu ledak MK-82 seberat 500 pound sebagai muatan pada JDAM dan JDAM-ER.

Baca Juga: Rusia Bombardir Ukraina Besar-besaran, NATO Kerahkan Jet Tempur dan Siagakan Sistem Rudal

Ukraina menerima pasokan bom JDAM dan JDAM-ER dari Amerika Serikat pada tahun 2023. Bom tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam pesawat tempur Su-27 dan MiG-29 Fulcrum buatan Soviet dengan menggunakan tiang khusus di bawah sayap pesawat tersebut. Laporan pertama tentang Ukraina yang menggunakan bom pintar ini muncul pada bulan Maret 2023.

Yang menarik, Amerika Serikat tidak mengumumkan pengiriman muatan MK-83 ke Ukraina. Kemungkinan besar, muatan tersebut ditransfer ke Kyiv sebagai bagian dari beberapa paket bantuan militer terakhir yang ditandatangani oleh mantan Presiden Joe Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
AS-Israel, Negara Sekutu...
AS-Israel, Negara Sekutu Dekat tapi Perang Intelijen
Rekomendasi
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved