Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19

Senin, 03 Februari 2025 - 08:20 WIB
loading...
Elon Musk: USAID Danai...
Miliarder Elon Musk menuduh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID mendanai riset senjata biologis, termasuk proyek-proyek yang diduga memunculkan Covid-19. Foto/CFP via Global Times
A A A
WASHINGTON - Miliarder Elon Musk menuduh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mendanai riset senjata biologis, termasuk proyek-proyek yang diduga menyebabkan munculnya Covid-19. Dia juga mencap badan tersebut sebagai "organisasi kriminal”.

Komentar Musk muncul sebagai respons atas unggahan dari akun pengguna X; @KanekoaTheGreat, pada hari Minggu, yang mengeklaim bahwa USAID telah menyalurkan USD53 juta kepada EcoHealth Alliance.

Unggahan tersebut menuduh bahwa dana itu digunakan untuk mendukung penelitian gain-of-function pada virus corona di Institut Virologi Wuhan di China, yang berpotensi menyebabkan terciptanya Covid-19.

"Tahukah Anda bahwa USAID, dengan menggunakan uang pajak Anda, mendanai penelitian senjata biologis, termasuk Covid-19, yang menewaskan jutaan orang?" tulis Musk, seperti dikutip dari akun X-nya, @ElonMusk, Senin (3/2/2025).

Baca Juga: Kronologi CIA Ubah Pandangan Asal-usul Covid-19, dari Kebocoran Laboratorium?

Musk tidak menjelaskan lebih lanjut tentang tuduhan tersebut, tetapi unggahan yang ditanggapinya lebih lanjut menegaskan: "Penipuan CIA mengenai asal-usul Covid-19 menjadi jauh lebih jelas ketika mempertimbangkan sejarah panjang USAID dalam bertindak sebagai organisasi depan CIA."

"USAID adalah organisasi kriminal," lanjut Musk dalam unggahan lainnya, menanggapi sebuah video tentang dugaan keterlibatan USAID dalam penyensoran internet dan "kerja CIA yang nakal”.

EcoHealth Alliance, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di AS, telah menjadi pusat kontroversi karena kolaborasinya dengan Institut Virologi Wuhan di China.

Organisasi tersebut telah membantah bahwa pekerjaannya melibatkan penelitian gain-of-function, tetapi pada bulan Mei 2024, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menangguhkan semua pendanaan federal untuk EcoHealth Alliance, dengan alasan kekhawatiran atas pengawasan organisasi terhadap eksperimen berisiko tinggi dan kegagalan untuk melaporkan aktivitas penelitian dengan segera.

CIA yakin bahwa "lebih mungkin" Covid-19 berasal dari insiden kebocoran laboratorium daripada sumber alami, kata juru bicara badan tersebut bulan lalu setelah konfirmasi John Ratcliffe sebagai direktur baru CIA.

Ratcliffe, telah menjadi pendukung vokal versi kebocoran laboratorium sebagai asal-usul Covid-19, menyebutnya sebagai "satu-satunya teori yang didukung oleh sains, intelijen, dan akal sehat”.

Setelah konfirmasi tersebut, Ratcliffe juga mengatakan penilaian CIA tentang asal-usul Covid-10 akan menjadi "hal pertama bagi saya”.

USAID memiliki sejarah dalam mendanai inisiatif kesehatan global, termasuk program PREDICT, yang bertujuan untuk mengidentifikasi virus dengan potensi pandemi dan berjalan dari tahun 2009 hingga 2020 dalam kemitraan dengan EcoHealth Alliance.

Pada tahun 2021, USAID meluncurkan program lanjutan senilai USD125 juta yang dikenal sebagai Discovery & Exploration of Emerging Pathogens—Viral Zoonoses—tetapi program tersebut ditutup lebih awal pada tahun 2023.

Rusia telah berulang kali menyuarakan keprihatinannya tentang jaringan laboratorium penelitian biologi yang didukung oleh Pentagon dan badan-badan AS lainnya di seluruh dunia, khususnya di Ukraina dan negara-negara lain di dekat perbatasannya, dengan menuduh bahwa fasilitas-fasilitas ini terlibat dalam penelitian senjata biologis.

pejabat tinggi militer Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov, pernah melaporkan tentang aktivitas laboratorium biologi AS. Dia menyinggung bahaya yang ditimbulkan oleh senjata pemusnah massal.

Namun, dia dibunuh bersama asistennya di Moskow pada bulan Desember lalu dalam serangan bom yang diduga diperintahkan oleh Ukraina.

Dalam laporan terbarunya, Kementerian Pertahanan Rusia telah menarik perhatian pada pengalihan proyek Ukraina yang belum selesai ke negara-negara pasca-Soviet dan Asia Tenggara, dan mengatakan bahwa Afrika kini telah menjadi titik fokus perhatian pemerintah AS, yang memandang wilayah tersebut sebagai sumber patogen berbahaya yang tak terbatas dan tempat pengujian untuk perawatan medis eksperimental.

Departemen Pertahanan AS telah mengakui memberikan dukungan kepada beberapa laboratorium di Ukraina, tetapi bersikeras bahwa upaya ini difokuskan pada pencegahan wabah penyakit menular dan pengembangan vaksin, dan bahwa laboratorium tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh negara masing-masing, bukan oleh Amerika Serikat.

Pejabat Barat secara konsisten menolak penyelidikan Moskow sebagai disinformasi yang ditujukan untuk mendiskreditkan inisiatif kesehatan masyarakat yang sah.

Moskow dan Beijing tetap menuntut transparansi yang lebih besar dari AS terkait aktivitas biologis militernya. Tahun lalu, kedua negara sepakat untuk bersatu melawan ancaman keamanan biologis dan memperkuat Konvensi Senjata Biologis dan Beracun (BTWC).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved