Iran Pamer Rudal Balistik Baru yang Mampu Hantam Israel, Ini Penampakannya
Senin, 03 Februari 2025 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Israel sudah dua kali dihujani rudal Iran tahun lalu saat perang Gaza berkecamuk. Rezim Zionis mengeklaim sebagian besar misil Teheran dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu regionalnya, namun Iran mengeklaim sebaliknya.
“Pengembangan kemampuan pertahanan dan teknologi antariksa bertujuan untuk memastikan tidak ada negara yang berani menyerang wilayah Iran,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi, yang dilansir Times of Israel, Senin (3/2/2025).
Upacara tersebut berlangsung pada hari kedirgantaraan nasional Iran dan beberapa hari sebelum peringatan 46 tahun berdirinya Republik Islam Iran pada 10 Februari 1979.
Sejak berkuasanya kembali Presiden AS Donald Trump—yang menerapkan pendekatan “tekanan maksimum” terhadap Iran dalam masa jabatan pertamanya—Teheran telah melakukan banyak unjuk kekuatan, termasuk latihan militer skala besar dan pengungkapan pangkalan militer bawah tanah.
Pada saat yang sama, Teheran telah mengisyaratkan kesediaannya untuk memulai kembali perundingan mengenai program nuklirnya, yang telah menjadi subjek ketegangan dengan negara-negara Barat selama beberapa dekade.
Selama masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS keluar dari pakta nuklir antara Iran dan negara-negara besar dunia yang mengekang program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak cukup jauh untuk mencegah Teheran memproduksi senjata nuklir.
“Pengembangan kemampuan pertahanan dan teknologi antariksa bertujuan untuk memastikan tidak ada negara yang berani menyerang wilayah Iran,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi, yang dilansir Times of Israel, Senin (3/2/2025).
Upacara tersebut berlangsung pada hari kedirgantaraan nasional Iran dan beberapa hari sebelum peringatan 46 tahun berdirinya Republik Islam Iran pada 10 Februari 1979.
Sejak berkuasanya kembali Presiden AS Donald Trump—yang menerapkan pendekatan “tekanan maksimum” terhadap Iran dalam masa jabatan pertamanya—Teheran telah melakukan banyak unjuk kekuatan, termasuk latihan militer skala besar dan pengungkapan pangkalan militer bawah tanah.
Pada saat yang sama, Teheran telah mengisyaratkan kesediaannya untuk memulai kembali perundingan mengenai program nuklirnya, yang telah menjadi subjek ketegangan dengan negara-negara Barat selama beberapa dekade.
Selama masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS keluar dari pakta nuklir antara Iran dan negara-negara besar dunia yang mengekang program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak cukup jauh untuk mencegah Teheran memproduksi senjata nuklir.
Lihat Juga :