Sedang Diburu 125 Negara ICC, PM Israel Benjamin Netanyahu Terbang ke AS

Senin, 03 Februari 2025 - 06:56 WIB
loading...
Sedang Diburu 125 Negara...
PM Israel Benjamin Netanyahu terbang ke AS meski sedang diburu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan perang Zionis di Jalur Gaza, Palestina. Foto/Anadolu
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terbang ke Washington pada hari Minggu untuk bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Netanyahu tak peduli bahwa dirinya diburu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang beranggotakan 125 negara atas kejahatan perang Zionis di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam pernyataan sebelum keberangkatan di Bandara Ben Gurion, Netanyahu menyebut pertemuannya dengan Trump sebagai "sebuah kesaksian atas kekuatan aliansi Israel-Amerika”.

“Pembicaraan dengan Trump akan membahas isu-isu kritis yang dihadapi Israel dan kawasan kita: kemenangan atas Hamas, pembebasan semua sandera kita, dan penanganan poros teror Iran dalam semua komponennya,” katanya, yang dilansir Anadolu, Senin (3/2/2025).

"Kita dapat memperkuat keamanan Israel, memperluas lingkaran perdamaian lebih jauh, dan mengantar masuk era luar biasa di luar imajinasi kita," ujarnya.

Baca Juga: Uni Eropa Dinilai Munafik karena Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu

Dia diperkirakan akan kembali ke Israel pada hari Kamis setelah diskusi penting di Washington.

Kantor Netanyahu mengatakan pada hari Sabtu bahwa perdana menteri akan memulai pembicaraan tentang gencatan senjata Gaza tahap kedua, yang mulai berlaku pada 19 Januari, pada hari Senin.

Perjanjian gencatan senjata tiga tahap tersebut mencakup pertukaran tahanan dan ketenangan yang berkelanjutan, yang bertujuan untuk gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Faksi-faksi perlawanan Palestina telah membebaskan 18 tawanan berdasarkan perjanjian tersebut dengan imbalan ratusan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Perang genosida Israel telah menewaskan lebih dari 47.400 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, di Gaza sejak 7 Oktober 2023 dan menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut menjadi puing-puing.

ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November tahun lalu untuk PM Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di daerah kantong Palestina tersebut.

125 Negara ICC Berkewajiban Tangkap PM Israel Benjamin Netanyahu


Afghanistan

Albania

Andorra

Antigua dan Barbuda

Argentina

Armenia

Australia

Austria

Bangladesh

Barbados

Belgia

Belize

Benin

Bolivia

Bosnia dan Herzegovina

Botswana

Brasil

Bulgaria

Burkina Faso

Tanjung Verde

Kamboja

Kanada

Republik Afrika Tengah

Chad

Cile

Kolombia

Komoro

Kongo

Kepulauan Cook

Kosta Rika

Pantai Gading

Kroasia

Siprus

Republik Ceko

Republik Demokratik Kongo

Denmark

Djibouti

Dominika

Republik Dominika

Ekuador

El Salvador

Estonia

Fiji

Finlandia

Prancis

Gabon

Gambia

Georgia

Jerman

Ghana

Yunani

Grenada

Guatemala

Guinea

Guyana

Honduras

Hongaria

Islandia

Irlandia

Italia

Jepang

Yordania

Kenya

Kiribati

Latvia

Lesotho

Liberia

Liechtenstein

Lithuania

Luksemburg

Madagaskar

Malawi

Maladewa

Mali

Malta

Kepulauan Marshall

Mauritius

Meksiko

Mongolia

Montenegro

Namibia

Nauru

Belanda

Selandia Baru

Nigeria

Makedonia Utara

Norwegia

Panama

Paraguay

Peru

Polandia

Portugal

Republik Korea

Republik Moldova

Rumania

Saint Kitts dan Nevis

Saint Lucia

Saint Vincent dan Grenadines

Samoa

San Marino

Senegal

Serbia

Seychelles

Sierra Leone

Slowakia

Slovenia

Afrika Selatan

Spanyol

Palestina

Suriname

Swedia

Swiss

Tajikistan

Timor Leste

Trinidad dan Tobago

Tunisia

Uganda

Ukraina

Britania Raya

Republik Bersatu Tanzania

Uruguay

Vanuatu

Venezuela

Zambia

(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved