Dorong Perundingan Damai, Afghanistan Bebaskan 200 Tahanan Taliban

Kamis, 03 September 2020 - 00:01 WIB
loading...
Dorong Perundingan Damai,...
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara di majelis Loya Jirga, Kabul, Afghanistan, 7 Agustus 2020. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Afghanistan membebaskan sekitar 200 tahanan Taliban untuk mendorong perundingan damai. Saat ini tim negosiator pemerintah siap terbang ke ibu kota Qatar untuk perundingan dengan Taliban.

Para tahanan yang dibebaskan itu bagian dari kelompok 400 Taliban garis keras yang ditahan dan menjadi bagian dari syarat perundingan damai yang tertunda antara pemerintah dan Taliban.

Perundingan damai antara kedua pihak itu diharapkan dapat menghentikan perang yang telah berlangsung selama hampir dua dekade. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) ingin menarik pasukannya dari Afghanistan .

“Pemerintah Afghanistan telah membebaskan para tahanan Taliban lainnya dan pekerjaan masih dilakukan untuk melanjutkan proses pertukaran tahanan,” kata Sediq Sediqqi, juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Dia tidak menyebut jumlah pasti Taliban yang dibebaskan tersebut. Dua pejabat menyatakan pembebasan itu dari penjara utama di Kabul pada Senin dan Selasa, bersamaan dengan Taliban membebaskan enam personil pasukan khusus Afghanistan .

Sekitar 120 tahanan masih menunggu dibebaskan sesuai dengan permintaan Taliban , termasuk enam orang yang beberapa negara Barat keberatan untuk pembebasannya.

“Kami ingin menyelesaikan pertukaran tahanan sehingga kami dapat memulai proses perdamaian sesegera mungkin,” kata seorang pejabat pemerintah secara anonim.

Sumber yang mengetahui proses itu menyatakan pertukaran tahanan dapat selesai pada Rabu (2/9).

“Tim negosiasi pemerintah tampaknya akan terbang ke Doha pada Kamis (3/9),” ungkap Fraidoon Kwazoon, juru bicara Kepala Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah.

“Besok tim meninggalkan Doha,” kata dia, tanpa menjelaskan kapan perundingan akan dimulai.

400 tahanan itu merupakan yang terakhir dari 5.000 tahanan yang pembebasannya telah disepakati pada kesepakatan Februari antara AS dan Taliban untuk memungkinan penarikan pasukan AS. (Baca Juga: Austria Jebloskan Seorang Komandan Hizbullah ke Penjara)

Pembebasan itu bagian dari dimulainya perundingan antara Taliban dan pemerintah yang diinginkan Taliban untuk membebaskan 24 anggota pasukan khusus dan pilot Afghanistan. (Baca Infografis: Yunani Lawan Turki, Prancis Pasok 18 Jet Tempur Rafale)

Pemerintah enggan membebaskan 400 tahanan terakhir karena mereka terlibat beberapa kekerasan. Setelah membebaskan 80 orang bulan lalu, pemerintah menunda pembebasan saat Taliban menolak seruan gencatan senjata. (Lihat Video: Pegawai Positif Terpapar Covid-19 Balaikota Depok Ditutup Sementara)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved