Analis Militer Israel Ungkap 4 Alasan Israel Tidak Raih Kemenangan Total dalam Perang Gaza
Minggu, 02 Februari 2025 - 14:40 WIB
loading...
Israel sudah kalah dalam perang melawan Hamas. Foto/X
A
A
A
GAZA - Analis militer Israel , Amos Harel, telah menepis "kemenangan total" bagi Tel Aviv dalam perang Gaza.
Itu menunjukkan aoa dipromosikan oleh para pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bertentangan dengan kenyataan di lapangan.
Harel, seorang analis urusan militer untuk surat kabar Israel, Haaretz, dalam tulisannya yang diterbitkan pada hari Jumat, menyatakan, "Seseorang harus menjadi pengikut buta yang telah menyingkirkan semua sisa keraguan dan kritik untuk percaya bahwa Israel benar-benar mengalahkan Hamas."
"Organisasi tersebut mengalami pukulan militer yang luar biasa, tetapi mereka tentu tidak menyerah," katanya. Dia menambahkan bahwa "itu tidak konsisten dengan pernyataan Netanyahu tentang tujuan perang, atau dengan janji-janjinya dalam perjalanannya."
Gencatan senjata, yang dimulai pada 19 Januari, akan berlangsung selama 42 hari pada tahap pertamanya, dengan negosiasi yang sedang berlangsung untuk fase-fase berikutnya di bawah mediasi Mesir, Qatar, dan AS.
Itu menunjukkan aoa dipromosikan oleh para pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bertentangan dengan kenyataan di lapangan.
Harel, seorang analis urusan militer untuk surat kabar Israel, Haaretz, dalam tulisannya yang diterbitkan pada hari Jumat, menyatakan, "Seseorang harus menjadi pengikut buta yang telah menyingkirkan semua sisa keraguan dan kritik untuk percaya bahwa Israel benar-benar mengalahkan Hamas."
"Organisasi tersebut mengalami pukulan militer yang luar biasa, tetapi mereka tentu tidak menyerah," katanya. Dia menambahkan bahwa "itu tidak konsisten dengan pernyataan Netanyahu tentang tujuan perang, atau dengan janji-janjinya dalam perjalanannya."
Analis Militer Israel Ungkap 4 Alasan Israel Tidak Raih Kemenangan Total dalam Perang Gaza
1. Upaya Mediasi AS
Harel juga menyinggung peran AS di kawasan tersebut, dengan menyoroti bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong implementasi penuh gencatan senjata multi-fase dan perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas. Ini kontras dengan preferensi Netanyahu untuk hanya berfokus pada fase awal.Gencatan senjata, yang dimulai pada 19 Januari, akan berlangsung selama 42 hari pada tahap pertamanya, dengan negosiasi yang sedang berlangsung untuk fase-fase berikutnya di bawah mediasi Mesir, Qatar, dan AS.
2. Israel Didikte oleh AS
Menurut Harel, “Kunjungan Steve Witkoff, Utusan Khusus Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, ke wilayah tersebut membuktikan suasana hati pemerintahan.Lihat Juga :