Siapa Ibrahim Huweija? Mantan Pejabat Intelijen Suriah yang Kejam dan Brutal Terlibat dalam Banyak Pembunuhan Massal
Senin, 10 Maret 2025 - 04:40 WIB
loading...
Ibrahim Huweija dikenal sebagai mantan pejabat intelijen Suriah yang terlibat dalam banyak kasus pembunuhan massal. Foto/The New Arab
A
A
A
DAMASKUS - Ibrahim Huweija, seorang perwira intelijen tinggi yang bertugas di bawah rezim Bashar Al Assad yang digulingkan di Suriah dan dituduh melakukan banyak pembunuhan, terutama pembunuhan pemimpin Druze terkemuka Lebanon Kamal Jumblatt tahun 1977, telah ditangkap.
Penangkapan Ibrahim Huweija di wilayah pesisir Latakia di Suriah terjadi selama bentrokan mematikan dengan para loyalis Assad dan operasi keamanan terhadap mereka.
Penangkapannya membuat banyak warga Lebanon terkejut, dengan para pendukung Partai Sosialis Progresif (PSP) Jumblatt merayakan berita tersebut saat mereka bersiap untuk memperingati 48 tahun sejak pembunuhan pendiri partai mereka minggu depan.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Ia memulai karier militernya sebagai perwira di angkatan bersenjata rezim Assad pada tahun 1970-an, hingga ia dipromosikan menjadi Direktur Intelijen Angkatan Udara pada tahun 1995 di bawah mendiang presiden Suriah Hafez al-Assad.
Menurut berbagai laporan, Huweija merupakan bagian dari tim keamanan yang melakukan pembunuhan dan penindasan terhadap para pembangkang selama dan setelah pembantaian Hama.
Huweija memainkan peran penting dalam beberapa kasus keamanan dalam dan luar negeri yang terkenal, terutama di Lebanon selama dominasi militer Suriah atas negara tetangganya yang lebih kecil yang berakhir pada tahun 2005 setelah pembunuhan mantan perdana menteri Rafik Hariri.
Penangkapan Ibrahim Huweija di wilayah pesisir Latakia di Suriah terjadi selama bentrokan mematikan dengan para loyalis Assad dan operasi keamanan terhadap mereka.
Siapa Ibrahim Huweija? Mantan Pejabat Intelijen Suriah yang Melakukan Banyak Pembunuhan Massal
1. Mantan kepala intelijen Angkatan Udara yang Kejam dan Brutal
Melansir The New Arab, Ibrahim Huweija adalah mantan kepala Intelijen Angkatan Udara yang terkenal kejam, salah satu badan keamanan paling tepercaya dan brutal dari rezim Assad, yang memerintah Suriah dengan tangan besi selama lima dekade sebelum digulingkan dalam serangan pemberontak kilat pada bulan Desember.Penangkapannya membuat banyak warga Lebanon terkejut, dengan para pendukung Partai Sosialis Progresif (PSP) Jumblatt merayakan berita tersebut saat mereka bersiap untuk memperingati 48 tahun sejak pembunuhan pendiri partai mereka minggu depan.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
2. Sangat Loyal kepada Assad
Huweija lahir di desa Ain Shaqaq dekat Jableh di provinsi Latakia. Beberapa perwira intelijen juga diyakini berasal dari desa tersebut.Ia memulai karier militernya sebagai perwira di angkatan bersenjata rezim Assad pada tahun 1970-an, hingga ia dipromosikan menjadi Direktur Intelijen Angkatan Udara pada tahun 1995 di bawah mendiang presiden Suriah Hafez al-Assad.
3. Pernah Membantai Ribuan Orang
Huweija dekat dengan Rifaat al-Assad, saudara Hafez yang memimpin pembantaian rezim di Hama pada tahun 1982 yang menewaskan puluhan ribu orang.Menurut berbagai laporan, Huweija merupakan bagian dari tim keamanan yang melakukan pembunuhan dan penindasan terhadap para pembangkang selama dan setelah pembantaian Hama.
Huweija memainkan peran penting dalam beberapa kasus keamanan dalam dan luar negeri yang terkenal, terutama di Lebanon selama dominasi militer Suriah atas negara tetangganya yang lebih kecil yang berakhir pada tahun 2005 setelah pembunuhan mantan perdana menteri Rafik Hariri.
Lihat Juga :