Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun, Berikut 6 Alasannya

Minggu, 09 Maret 2025 - 21:49 WIB
loading...
Ribuan Narapidana Masuk...
Ribuan narapidana masuk Islam di penjara AS. Foto/taybafoundation
A A A
WASHINGTON - Setiap tahun, puluhan ribu narapidana di Amerika Serikat masuk Islam saat di penjara.

Itu diceritakan oleh Rami Nsour, direktur pendiri Tayba Foundation, organisasi pertama di AS yang menawarkan program pembelajaran jarak jauh dalam pendidikan Islam bagi para narapidana.

Hampir setiap hari, Rami Nsour pergi ke kantor pos setempat untuk menemukan kotak suratnya penuh dengan surat-surat dari orang-orang yang dipenjara dari seluruh negeri yang mencari bimbingan spiritual dan sumber daya pendidikan Islam.

"Ketika kami mulai sekitar 15 tahun lalu, itulah kebutuhan utama yang kami dengar dari para tahanan Muslim," kata Nsour, dilansir CBS News.

"Jadi, kami mengembangkan organisasi ini untuk mengisi kesenjangan dan kebutuhan itu."

Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun, Berikut 6 Alasannya

1. Banyak Orang Menemukan Kebebasan Spiritual dalam Islam

Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di penjara-penjara AS. Nsour mengatakan organisasinya telah melayani lebih dari 13.000 orang dan ia memperkirakan bahwa sekitar 90% dari mereka masuk Islam dan sebagian besar saat berada di balik jeruji besi.

Nsour yakin banyak yang masuk Islam saat dipenjara karena ada begitu banyak kurungan fisik dan spiritual di penjara dan orang-orang menemukan kebebasan spiritual dalam iman.

"Karena ada tingkat kepatuhan, jadi Anda tunduk pada aturan tertentu, ada salat lima waktu, ada metodenya," jelas Nsour. "Mereka melihat bahwa tembok-tembok itu tidak dapat lagi membatasi mereka."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved