Menhan Prancis Bertemu Menhan Sjafrie, Berencana Kunjungi Kapal Induk Nuklir di Lombok Barat
Sabtu, 01 Februari 2025 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
“Tadi juga dibahas mengenai alutsista perang, yang sudah final, yaitu Rafale yang memiliki karakteristik yang tidak kalah dengan pesawat tempur lainnya. Soal kapal selam Scorpene juga sudah ada komitmen dari pihak Prancis," papar dia.
Hal ini penting karena kondisi geografis Indonesia berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga keberadaan kapal selam tersebut merupakan suatu keniscayaan.
Meski belum secara spesifik membahas kelanjutan latihan militer maritim La Perouse 2025 yang digagas Prancis di Samudra Hindia dekat ZEE Indonesia, ALKI II dan ALKI III Indonesia pada 16-24 Januari 2025, kedua menteri pertahanan sepakat menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.
Satu kapal induk bertenaga nuklir Prancis, FS Charles de Gaulle R91, berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, usai memimpin latihan militer La Perouse 2025.
Kedua menteri pertahanan dijadwalkan mengunjungi kapal induk tersebut pada Sabtu (1/2/2025).
“Kedua negara memiliki karakteristik yang mirip, Indonesia bebas aktif dan Prancis tidak menginginkan hegemoni, dan kami mengharapkan stabilitas di kawasan karena ketika ada stabilitas di kawasan kita, kita dapat mengelola ekonomi," katanya.
Hal ini penting karena kondisi geografis Indonesia berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga keberadaan kapal selam tersebut merupakan suatu keniscayaan.
Meski belum secara spesifik membahas kelanjutan latihan militer maritim La Perouse 2025 yang digagas Prancis di Samudra Hindia dekat ZEE Indonesia, ALKI II dan ALKI III Indonesia pada 16-24 Januari 2025, kedua menteri pertahanan sepakat menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.
Satu kapal induk bertenaga nuklir Prancis, FS Charles de Gaulle R91, berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, usai memimpin latihan militer La Perouse 2025.
Kedua menteri pertahanan dijadwalkan mengunjungi kapal induk tersebut pada Sabtu (1/2/2025).
“Kedua negara memiliki karakteristik yang mirip, Indonesia bebas aktif dan Prancis tidak menginginkan hegemoni, dan kami mengharapkan stabilitas di kawasan karena ketika ada stabilitas di kawasan kita, kita dapat mengelola ekonomi," katanya.
Lihat Juga :