alexametrics

Kronologi Penembakan Massal di Thailand, 4 Lokasi, 29 Tewas

loading...
Kronologi Penembakan Massal di Thailand, 4 Lokasi, 29 Tewas
Pasukan keamanan Thailand yang terlibat dalam pengepungan terhadap Sersan Jakrapanth Thomma di mal Terminal 21 di Korat, Thailand, Minggu (9/2/2020). Foto/REUTERS/Athit Perawongmetha
A+ A-
KORAT - Pihak berwenang Thailand masih menyatukan rincian tentang bagaimana seorang tentara membantai 29 orang dan melukai puluhan lainnya dalam penembakan massal di dalam dan di sekitar kota Korat, Nakhon Ratchasima.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan tentara nakal bernama Sersan Jakrapanth Thomma membantai 30 orang. Dia akhirnya ditembak mati pasukan khusus dari detasemen khusus anti-teror setelah pengepungan berjam-jam di mal Terminal 21 pada hari Minggu.

Berikut kronologi penembakan massal oleh Thomma berdasarkan wawancara yang dilakukan Reuters, media lokal dan keterangan polisi. Ada lokasi penembakan tempat sang tentara beraksi.



Sabtu, 8 Februari 2020

Pukul 12.10

Sersan Jakrapanth Thomma menulis di halaman Facebook-nya berisi keluhan tentang orang-orang yang menjadi kaya dengan menipu dan mengambil keuntungan dari orang lain. "Apakah mereka pikir mereka dapat menghabiskan uang di neraka?," bunyi posting di halaman Facebook Thomma.

Pukul 15.00

Jakrapanth Thomma tiba di sebuah rumah untuk membahas sengketa properti di hadapan komandannya. Setelah pertengkaran, dia menembak mati komandannya dan seorang wanita yang digambarkan sebagai kerabat perwira tersebut.

Pukul 16.00

Thomma pergi ke pangkalan militer Surathamphitak tempat dia bekerja. Di sana dia membunuh seorang tentara penjaga dan mencuri senjata dari gudang amunisi. Dia mengendalikan sebuah kendaraan militer Humvee.

Pukul 16.30
Dia berhenti di sebuah kuil Buddha dan melepaskan tembakan ketika pihak berwenang mengejarnya. Aksinya itu menewaskan sekitar sembilan orang termasuk seorang polisi, sebelum akhirnya dia pergi.

Pukul 17.30
Sang tentara nakal lari di pusat perbelanjaan atau mal Terminal 21. Di tempat itu, dia mulai menembaki para pembeli yang panik. Setidaknya 12 orang terbunuh.

Pukul 17.50
Polisi menutup area sekitar 2 km di sekitar mal.

Pukul 18.00
Suara tembakan terdengar dan kebakaran terjadi di mal setelah tentara tersebut menembak gardu listrik atau tangki bahan bakar.

Pukul 18.30
Thomma mem-posting pesan lain di halaman Facebook-nya yang berbunyi; "Kematian tidak bisa dihindari untuk semua orang".

Pukul 20.00

Polisi membawa Ibunda Thomma yang menangis dari rumahnya di Provinsi Chaiyaphum ke Nakhon Ratchasima untuk membantu meminta tentara itu untuk menyerah.

Pukul 21.30

Pihak Facebook mengatakan telah menutup akun atau halaman Facebook milik Thomma.

Pukul 22.15

Pasukan keamanan Thailand menyerbu mal dan membantu ratusan orang yang terjebak melarikan diri.

Pasukan keamanan Thailand mengevakuasi orang-orang dari mal ketika mereka mengejar Thomma yang tersembunyi di dalam mal tersebut.

Pukul 22.50

Polisi mengatakan mereka telah mengambil alih lantai dasar mal.

Minggu, 9 Februari 2020


Pukul 00.30

Si tentara nakal melarikan diri ke ruang bawah tanah mal, yang menampung sebuah food court dan toko kelontong. Lebih banyak pasukan keamanan bergerak di dalam mal Terminal 21.

Pukul 02.00

Baku tembak terdengar saat pasukan keamanan memburu Thomma.

Pukul 03.00

Dua korban penembakan dibawa keluar dari mal dengan tandu saat pihak berwenang terus memburu Thomma.

Pukul 03.20

Setidaknya empat anak terlihat melarikan diri dari mal.

Pukul 08.00

Pasukan keamanan bergerak lebih dekat ke Thomma di dalam ruang bawah tanah.

Pukul 09.05

Pasukan khusus dari detasemen anti-teror menembak dan membunuh Thomma.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak