Apakah Israel Raya akan Segera Terbentuk? Simak Berbagai Kendala yang Harus Dihadapi

Selasa, 28 Januari 2025 - 17:45 WIB
loading...
Apakah Israel Raya akan...
Gambar peta Israel Raya dipakai sebagai lambang oleh tentara rezim apartheid Israel. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Apakah Israel Raya akan segera terbentuk? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu perlu mengkaji apa saja fenomena-fenomena besar yang dijalankan Israel dalam beberapa tahun ke belakang.

Israel Raya pada dasarnya adalah mimpi bagi para Zionis untuk memperluas wilayahnya. Dalam rencana ini, mereka akan mencaplok beberapa wilayah negara lain di Timur Tengah.

Israel Raya merujuk pada wilayah yang dianggap sebagai tanah yang dijanjikan dalam teks-teks keagamaan Yahudi, termasuk wilayah yang lebih luas dari batas negara Israel saat ini.

Beberapa pandangan menyebutkan Israel Raya mencakup area yang meliputi Israel modern, Tepi Barat, Gaza, sebagian Yordania, Lebanon Selatan, dan bahkan sebagian wilayah Suriah dan Mesir.

Untuk mewujudkan rencana itu tentu perlu melakukan banyak hal, mengingat sampai saat ini negeri Yahudi masih belum bisa mendapatkan sejumlah tanah yang masih dikuasai Palestina.

Sehingga akan sulit untuk membentuk Israel Raya dalam waktu dekat. Belum lagi pasti ada perlawanan dari berbagai Negara Arab.

Kendala Membentuk Israel Raya


Sebagian besar komunitas internasional, termasuk PBB, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, mendukung solusi dua negara (Israel dan Palestina) sebagai jalan keluar dari konflik Israel-Palestina.

Upaya memperluas wilayah ke konsep Israel Raya akan dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional dan resolusi PBB, seperti Resolusi 242 yang menyerukan penarikan Israel dari wilayah yang diduduki setelah Perang Enam Hari 1967.

Jika Israel mencoba memperluas wilayahnya ke area seperti Tepi Barat atau Yordania, negara-negara dunia kemungkinan besar akan memberlakukan sanksi ekonomi dan diplomatik. Hal ini bisa mengisolasi Israel di kancah internasional.

Negara-negara tetangga seperti Yordania, Lebanon, Suriah, dan Mesir, yang sebagian wilayahnya masuk dalam konsep Israel Raya, tidak akan tinggal diam jika Israel mencoba merebut wilayah mereka.

Langkah ini dapat memicu konflik militer yang melibatkan aktor regional maupun global.

Meskipun hubungan Israel dengan beberapa negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain telah membaik melalui Abraham Accords, mayoritas negara Arab dan dunia Islam masih mendukung perjuangan Palestina dan akan menentang upaya ekspansi Israel.

Selain itu, tidak semua warga Israel mendukung gagasan Israel Raya. Kelompok sekuler dan moderat cenderung mengutamakan perdamaian dan hubungan baik dengan dunia internasional daripada ekspansi wilayah.

Hanya kelompok sayap kanan nasionalis dan sebagian partai agama yang mendukung gagasan ini, tetapi mereka tidak selalu memiliki kekuatan politik mayoritas.

Fokus Israel saat ini lebih pada menjaga stabilitas keamanan dan mengatasi ancaman dari kelompok militan seperti Hamas dan Hizbullah. Upaya memperluas wilayah hanya akan memperkeruh situasi keamanan yang sudah kompleks.

Pada dasarnya, Israel Raya akan sulit terbentuk saat ini karena faktor politik, hukum internasional, demografi, keamanan, dan ekonomi.

Selain itu, upaya untuk mewujudkannya dapat memicu konflik regional dan memperburuk hubungan Israel dengan dunia internasional.

Baca juga: Warga Israel Ejek Rencana Trump Bersihkan Warga Palestina dari Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
AS Bakal Rampas Aset...
AS Bakal Rampas Aset Iran untuk Bayar Kerugian Perang di Selat Hormuz dan Timur Tengah
Rekomendasi
5 Efek Samping Kebanyakan...
5 Efek Samping Kebanyakan Makan Protein, Bisa Ganggu Ginjal hingga Jantung
Wisudawan S3 Termuda...
Wisudawan S3 Termuda UGM Ungkap Perjuangan Raih Gelar Doktor, Lulus dengan IPK 3,99
Salip Nvidia, Apple...
Salip Nvidia, Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
Berita Terkini
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved