Kolombia Menyerah kepada Donald Trump

Senin, 27 Januari 2025 - 08:41 WIB
loading...
Kolombia Menyerah kepada...
Kolombia menyerah pada tekanan Presiden AS Donald Trump, dengan batalkan keputusannya untuk melarang penerbangan pembawa migran ilegal yang dideportasi mendarat di negara Amerika Selatan tersebut. Foto/Elespectador
A A A
BOGOTA - Kolombia telah menyerah dan tunduk pada tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan membatalkan keputusannya untuk melarang penerbangan yang membawa migran ilegal yang dideportasi mendarat di negara Amerika Selatan tersebut.

Pada hari Minggu, Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan bahwa dia akan menolak pesawat militer Amerika yang penuh dengan orang-orang yang dideportasi kecuali AS membuat protokol untuk perlakuan bermartabat terhadap migran.

Presiden AS Donald Trump dengan cepat bereaksi dengan mengenakan tarif pada barang-barang Kolombia dan pembatasan visa pada pejabat Kolombia.

Baca Juga: Presiden Kolombia Sebut Netanyahu Penjahat di Sidang Umum PBB

Bogota akhirnya menyerah dengan mengumumkan pada hari Minggu bahwa pesawat kepresidenan Petro akan dikirim untuk menjemput warga negara Kolombia yang dijadwalkan untuk dideportasi dari AS.

“Pemerintah Kolombia, di bawah arahan Presiden Gustavo Petro, telah mengatur agar pesawat kepresidenan memfasilitasi pemulangan bermartabat warga negara Kolombia yang akan tiba di negara itu hari ini pada dini hari, setelah kembali dari penerbangan deportasi,” kata kantor Petro dalam sebuah pernyataan.

“Warga Kolombia, sebagai patriot dan rakyat yang sah, tidak akan dan tidak akan diusir dari wilayah Kolombia,” lanjut pernyataan tersebut, yang dilansir Russia Today, Senin (27/1/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved