Hanya Membersihkan, Dalih Donald Trump Ingin Gusur Jutaan Warga Gaza ke Mesir dan Yordania

Senin, 27 Januari 2025 - 07:54 WIB
loading...
Hanya Membersihkan,...
Hanya membersihkan, dalih Presiden AS Donald Trump ingin gusur jutaan warga Gaza ke Mesir dan Yordania. Foto/Anadolu
A A A
WASHINGTON - “Hanya membersihkan Jalur Gaza yang dilanda perang” menjadi dalih Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat melontarkan gagasan menggusur jutaan warga Palestina dari Gaza ke Mesir dan Yordania.

Gagasan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di Air Force One pada hari Sabtu waktu AS. Dia mengaku sudah berbicara dengan Raja Abdullah II dari Yordania mengenai kondisi Gaza dan berencanauntuk berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

“Saya ingin Mesir menerima orang, dan saya ingin Yordania menerima orang,” kata Trump.

“Anda berbicara tentang sekitar satu setengah juta orang, kami hanya membersihkan semuanya. Ini benar-benar kacau,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Respons Israel dan Hamas soal Trump Ingin Gusur Warga Gaza ke Yordania dan Mesir

“Saat ini, tempat itu benar-benar seperti lokasi pembongkaran. Hampir semuanya dihancurkan, dan orang-orang sekarat di sana,” imbuhnya.

“Jadi, saya lebih suka terlibat dengan beberapa negara Arab, dan membangun perumahan di lokasi yang berbeda, di mana mereka mungkin bisa hidup dengan damai untuk perubahan,” kata Trump.

Baik Mesir maupun Yordania telah menolak gagasan mengusir warga Palestina dari Gaza.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menegaskan pada hari Minggu bahwa posisi kerajaan yang menentang pengusiran warga Palestina “tetap tidak dapat diubah dan tidak berubah.”

Pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri Mesir juga menekankan komitmennya untuk membela hak-hak warga Palestina dan penentangan terhadap pengusiran penduduk Gaza.

Menurut PBB, sekitar 1,9 juta orang—lebih dari 90% populasi Gaza—telah mengungsi sejak perang antara Israel dan Hamas pecah pada Oktober 2023.

Meskipun kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada 15 Januari, Israel sejak itu menuduh Hamas melanggar perjanjian pertukaran tahanan dan menghentikan pemulangan warga Gaza ke rumah mereka di bagian utara daerah kantong Palestina tersebut.

Kedua belah pihak juga saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Pada hari Sabtu, Hamas menyerahkan empat tentara wanita Israel sebagai ganti pembebasan 200 tahanan Palestina. Pemerintah Israel mengatakan bahwa Hamas awalnya berjanji untuk membebaskan sandera yang berbeda.

Hamas menyandera sekitar 250 orang dan membunuh sekitar 1.200 orang selama serangan mendadaknya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Lebih dari 47.000 warga Palestina telah tewas di Gaza, menurut otoritas setempat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
12 Negara yang Menolak...
12 Negara yang Menolak Ide Relokasi Warga Gaza oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved