Presiden Korea Selatan Bersikeras Tak Mau Mundur meski Didakwa Melakukan Pemberontakan

Minggu, 26 Januari 2025 - 21:19 WIB
loading...
Presiden Korea Selatan...
Presiden Yoon Suk-yeol didakwa melakukan pemberontakan. Foto/X
A A A
SEOUL - Jaksa Korea Selatan secara resmi mendakwa Presiden Yoon Suk-yeol atas tuduhan memimpin pemberontakan selama pemberlakuan darurat militer bulan lalu.

Yoon, yang dimakzulkan pada tanggal 14 Desember, menghadapi tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan merusak lembaga demokrasi.

Yoon mengumumkan darurat darurat militer pada tanggal 3 Desember, mengklaim oposisi merencanakan "pemberontakan" dan menuduhnya bersimpati dengan Korea Utara. Tindakan kontroversial itu dibatalkan dalam beberapa hari, yang menyebabkan pemakzulannya oleh Majelis Nasional. Penangkapan Yoon pada tanggal 15 Januari memicu protes keras oleh para pendukungnya, yang menyerbu Pengadilan Distrik Barat Seoul.

"Setelah meninjau secara menyeluruh bukti dari kasus-kasus kaki tangan yang diselidiki sejauh ini... dan bukti dari kasus-kasus yang dirujuk ke polisi dan diselidiki, kami memutuskan bahwa sudah tepat (sah) untuk mendakwa [Yoon]," kata jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Yonhap.

Baca Juga: Pakistan Menghukum Mati 4 Pria karena Menghina Al-Qur'an

Jaksa penuntut mendakwa Yoon tanpa penyelidikan lebih lanjut, dengan mengutip bukti yang cukup yang telah dikumpulkan dan kekhawatiran bahwa ia dapat menghancurkan bukti kejahatan yang dituduhkan kepadanya kecuali jika didakwa secara resmi. Jaksa penuntut telah menuduh bahwa dekrit darurat militernya merupakan bagian dari rencana yang lebih luas untuk menguasai fungsi-fungsi negara.

Pemberontakan adalah salah satu dari sedikit tuduhan yang tidak dapat ditanggung kekebalannya oleh presiden Korea Selatan. Jika terbukti bersalah, Yoon dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved