Pakar: Bos Meta Mark Zuckerberg Takut Dipenjara, Harus Banyak Menjilat kepada Donald Trump

Minggu, 26 Januari 2025 - 11:55 WIB
loading...
Pakar: Bos Meta Mark...
Para pakar politik ungkap bos Meta Mark Zuckerberg takut dipenjarakan oleh Presiden AS Donald Trump. Foto/via news.com.au
A A A
WASHINGTON - Para pakar politik mengungkap CEO Meta Mark Zuckerberg benar-benar takut dijebloskan ke penjara oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sedangkan sumber Gedung Putih mengatakan bos Meta itu harus "lebih banyak menjilat" dalam upayanya untuk membuat presiden baru tersebut terkesan.

Klaim tersebut muncul beberapa hari setelah miliarder teknologi itu menghadiri pelantikan Presiden Trump dan setelah dia secara kontroversial menghentikan pemeriksa fakta Facebook dan Instagram dalam apa yang dilihat oleh banyak pakar sebagai upaya untuk menarik hati penguasa baru Gedung Putih.

Klaim itu disampaikan para pakar pada Jumat malam di salah satu podcast yang paling banyak didengarkan di dunia, The Rest Is Politics. Pembawa acara podcast ini Rory Stewart, mantan menteri kabinet Inggris.

Baca Juga: Donald Trump Kirim Bom Penghancur Bunker MK-84 yang Beratnya 1 Ton ke Israel

Rekan podcaster, seorang mantan ajudan Trump yang berubah menjadi kritikus vokal; Anthony Scaramucci, pertama kali berspekulasi mengapa hanya ada sedikit pertentangan terhadap beberapa kebijakan kontroversial presiden dari Partai Republik tersebut dari para pemimpin bisnis.

Scaramucci, orang kaya Wall Street,–yang seperti Stewart memiliki koneksi baik dan pembawa acara The Rest Is Politics Alastair Campbell—baru saja kembali dari berbaur dengan para pemimpin global di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Mereka memberi sugesti bahwa banyak orang dalam bisnis ingin menentang Trump, tetapi tidak berani melakukannya sendiri.

“Mengapa tidak ada perbedaan pendapat?” tanyanya.

“Mengapa kita, mengapa perusahaan media kita sekarang—Jeff Bezos, dan lain-lain—tidak ada perbedaan pendapat? Dan mengapa orang-orang di komunitas bisnis mendatangi saya di Davos dan berkata, 'Maksud saya, saya menghargai Anda karena berbicara, tetapi Anda tahu, saya tidak bisa berbicara. Saya tidak bisa berbicara'."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved