Puji Trump sebagai Pemimpin Cerdik, Putin Siap Berunding Akhiri Perang Ukraina

Minggu, 26 Januari 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Ia juga mengatakan AS dan Rusia memiliki banyak agenda lain, termasuk pengendalian senjata nuklir dan masalah ekonomi.

“Kita dapat memiliki banyak titik kontak dengan pemerintahan saat ini dan mencari solusi untuk masalah-masalah utama saat ini,” kata Putin.

Ia mengatakan sanksi terhadap Rusia yang diberlakukan selama masa jabatan pertama Trump dan di bawah pemerintahan Joe Biden telah merugikan kepentingan AS, merusak peran dolar dalam sistem keuangan global.

Putin menggambarkan Trump sebagai "tidak hanya pintar, tetapi juga orang yang pragmatis," seraya menambahkan. “Saya merasa sulit membayangkan bahwa ia akan membuat keputusan yang akan merugikan ekonomi Amerika.”

“Kita sebaiknya bertemu dan berdiskusi dengan tenang tentang semua isu yang menjadi kepentingan Amerika Serikat dan Rusia berdasarkan realitas saat ini,” kata Putin.

Ia mencatat bahwa sebagai produsen minyak utama dan kekuatan industri utama, Rusia dan AS tidak tertarik pada harga minyak global yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. “Kita punya hal-hal untuk dibicarakan,” kata Putin.

Berbicara melalui video dari Gedung Putih ke Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos, Swiss pada hari Kamis, Trump mengatakan aliansi OPEC+ negara-negara pengekspor minyak ikut bertanggung jawab atas konflik yang telah berlangsung hampir 3 tahun di Ukraina karena telah membuat harga minyak tetap terlalu tinggi.

“Jika harga turun, perang Rusia-Ukraina akan segera berakhir,” katanya. Penjualan energi merupakan bagian besar dari pendapatan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved