Bagaimana Kondisi Rusia sebelum Revolusi?

Minggu, 26 Januari 2025 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Marxisme menarik bagi beberapa intelektual revolusioner di Rusia, termasuk Georgi Plekhanov. Sebagai mantan anggota gerakan populis dan revolusioner Narodnik, Plekhanov membentuk Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia pada bulan Maret 1898. Hampir seketika, partai tersebut terpecah menjadi dua faksi, Menshevik dan Bolshevik.

Menshevik ingin membawa sebanyak mungkin orang ke dalam partai. Mereka juga percaya bahwa Rusia perlu sepenuhnya beralih dari feodalisme ke kapitalisme sebelum revolusi komunis dapat terjadi. Di sisi lain, Bolshevik bertujuan untuk menciptakan sekelompok kecil revolusioner penuh waktu.

Lebih jauh, mereka percaya bahwa daripada sepenuhnya beralih dari feodalisme ke kapitalisme, para petani dan pekerja perkotaan akan bergabung untuk menciptakan revolusi komunis. Sekitar waktu yang sama, partai sosialis ketiga yang disebut Partai Sosialis Revolusioner (SR) muncul, yang menggabungkan populisme Rusia dari kaum Nardonik dengan Marxisme. Singkatnya, pada awal abad ke-20, tiga partai Marxis utama mulai populer di Rusia. Hal ini terbukti menjadi ancaman eksistensial bagi monarki.

6. Diperburuk dengan Perang Saudara Rusia

Melansir World Atlas, pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, masalah Rusia semakin parah. Luasnya negara dan keragaman demografinya membuat pemerintahan di bawah kondisi ideal menjadi sulit. Lebih jauh lagi, ketidakpuasan di kalangan petani dan pekerja membuat kelemahan Tsar Nicholas II semakin jelas.

Akhirnya, para pekerja ini diberi gerakan untuk menyalurkan rasa frustrasi mereka dengan munculnya partai-partai Marxis di seluruh negeri.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Fantastis! Bangladesh...
Fantastis! Bangladesh Sita Harta Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina Rp112 Triliun
Rekomendasi
Benarkah Semua Orang...
Benarkah Semua Orang yang Datang ke Gunung Kawi Mencari Pesugihan?
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved