Donald Trump Minta Rp16.247 Triliun kepada Mohammed bin Salman, Rp9.740 Triliun Masih Kurang

Jum'at, 24 Januari 2025 - 07:00 WIB
loading...
Donald Trump Minta Rp16.247...
Presiden AS Donald Trump minta Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk investasi USD1 triliun (Rp16.247 triliun) di dalam ekonomi AS. Menurutnya investasi USD600 miliar (Rp9.740) masih kurang. Foto/SPA
A A A
WASHINGTON - Dalam sambutan melalui konferensi video untuk Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada hari Kamis, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia membaca laporan di koran bahwa Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan USD600 miliar (lebih dari Rp9.740 triliun) dalam ekonomi AS. Namun, dia mengatakan itu tidak akan cukup.

"Saya akan meminta Putra Mahkota [Mohammed bin Salman] , yang merupakan orang yang fantastis, untuk membulatkannya menjadi sekitar USD1 triliun (lebih dari Rp16.247 triliun). Saya pikir mereka akan melakukannya karena kami telah sangat baik kepada mereka," kata Trump, yang dilansir Middle East Eye, Jumat (24/1/2025).

Faktanya, pengumuman dari Saudi Press Agency (SPA) bahwa kerajaan akan menginvestasikan USD600 miliar didasarkan pada transkrip istana kerajaan atas panggilan telepon hari Rabu antara Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Ini adalah panggilan telepon pertama Trump dengan seorang pemimpin asing sejak pelantikannya pada Senin lalu.

Baca Juga: Mohammed bin Salman Ucapkan Selamat kepada Donald Trump, Janjikan Investasi Rp9.744 Triliun

"Putra mahkota menegaskan niat kerajaan untuk memperluas investasi dan perdagangannya dengan Amerika Serikat selama empat tahun ke depan, sebesar USD600 miliar, dan berpotensi lebih dari itu," tulis SPA.

Transkrip dari Gedung Putih atas panggilantelepon tersebut tidak menyampaikan rincian seperti itu.

“Kedua pemimpin membahas upaya untuk membawa stabilitas ke Timur Tengah, memperkuat keamanan regional, dan memerangi terorisme. Selain itu, mereka membahas ambisi ekonomi internasional Kerajaan Arab Saudi selama empat tahun ke depan, serta perdagangan dan peluang lain untuk meningkatkan kemakmuran bersama Amerika Serikat dan Kerajaan Arab Saudi,” bunyi pernyataan Gedung Putih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved