UU Pernikahan Sesama Jenis Mulai Berlaku di Thailand, Ratusan LGBT Ramai-ramai Nikah
Kamis, 23 Januari 2025 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
"Mulai sekarang, tidak akan ada lagi 'pria' dan 'wanita', tetapi 'individu' dan 'individu' yang merupakan 'pasangan' yang setara. Saya mengucapkan selamat dengan sepenuh hati atas cinta Anda," paparnya.
Lebih dari 30 negara telah melegalkan pernikahan untuk semua orang sejak Belanda menjadi negara pertama yang mengizinkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2001.
Aktivis Thailand telah memperjuangkan hak pernikahan sesama jenis selama lebih dari satu dekade, dengan advokasi mereka terhenti oleh pergolakan politik di negara yang secara teratur diguncang oleh kudeta dan protes jalanan massal.
Kevin Pehthai Thanomkhet, seorang pria transgender berusia 31 tahun, menikahi istrinya; Maple Nathnicha Klintgaworn (39). Ayahnya yang berusia 65 tahun, Phornchai, hadir bersama mereka.
"Sangat bahagia, seperti, ya Tuhan...jantungku berdebar-debar," kata Kevin.
"Dia bahagia untuk ini...Saya selalu menerima (dia)," kata Phornchai. "Apa pun, saya tidak keberatan," ujarnya.
Ploynaplus Chirasukorn mengatakan dia telah bersama pasangannya Kwanporn Kongpetch selama 17 tahun. "Di masa lalu, LGBTQ dianggap sebagai monster," katanya.
Dia mendorong pengakuan identitas gender di luar jenis kelamin biologis.
"Seseorang yang lahir dengan jenis kelamin berbeda dari apa yang mereka inginkan merasa seperti orang yang tidak punya rumah," katanya.
"Jika kita bisa mendorongnya, kita akan merasa itu benar-benar setara," ujarnya.
"Jika Anda belum siap (menikah), maka Anda memiliki seluruh hidup Anda karena Thailand sekarang sudah OK untuk cinta Anda," kata Arm.
Lebih dari 30 negara telah melegalkan pernikahan untuk semua orang sejak Belanda menjadi negara pertama yang mengizinkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2001.
Aktivis Thailand telah memperjuangkan hak pernikahan sesama jenis selama lebih dari satu dekade, dengan advokasi mereka terhenti oleh pergolakan politik di negara yang secara teratur diguncang oleh kudeta dan protes jalanan massal.
Kevin Pehthai Thanomkhet, seorang pria transgender berusia 31 tahun, menikahi istrinya; Maple Nathnicha Klintgaworn (39). Ayahnya yang berusia 65 tahun, Phornchai, hadir bersama mereka.
"Sangat bahagia, seperti, ya Tuhan...jantungku berdebar-debar," kata Kevin.
"Dia bahagia untuk ini...Saya selalu menerima (dia)," kata Phornchai. "Apa pun, saya tidak keberatan," ujarnya.
Ploynaplus Chirasukorn mengatakan dia telah bersama pasangannya Kwanporn Kongpetch selama 17 tahun. "Di masa lalu, LGBTQ dianggap sebagai monster," katanya.
Dia mendorong pengakuan identitas gender di luar jenis kelamin biologis.
"Seseorang yang lahir dengan jenis kelamin berbeda dari apa yang mereka inginkan merasa seperti orang yang tidak punya rumah," katanya.
"Jika kita bisa mendorongnya, kita akan merasa itu benar-benar setara," ujarnya.
"Jika Anda belum siap (menikah), maka Anda memiliki seluruh hidup Anda karena Thailand sekarang sudah OK untuk cinta Anda," kata Arm.
(mas)
Lihat Juga :