Iran Sangkal Telah Menghukum Mati Penyanyi Tataloo karena Menghina Nabi Muhammad

Kamis, 23 Januari 2025 - 11:13 WIB
loading...
Iran Sangkal Telah Menghukum...
Otoritas berwenang Iran membantah laporan bahwa Mahkamah Agung sudah menjatuhkan hukuman mati kepada penyanyi pop Amir Tataloo atas tuduhan menghina Nabi Muhammad SAW. Foto/Iran Wire
A A A
TEHERAN - Otoritas berwenang Iran telah membantah laporan bahwa Mahkamah Agung sudah menjatuhkan hukuman mati kepada penyanyi pop terkenal Amirhossein Maghsoudloo alias Amir Tataloo atas tuduhan menghina Nabi Muhammad SAW.

Tataloo, seorang penyanyi pop yang sangat populer di kalangan pemuda Iran dan dikenal karena tato yang menutupi seluruh wajahnya, dijatuhi hukuman penjara "pendek dan panjang" beberapa kali oleh pengadilan Teheran Mei lalu, menurut pengacaranya. Itu termasuk hukuman tiga tahun penjara karena penistaan agama dan 10 tahun penjara karena mempromosikan prostitusi.

Dia juga didakwa menyebarkan propaganda menentang Republik Islam Iran dan menyebarkan materi yang mengandung unsur cabul.

Baca Juga: Iran Menghukum Mati Penyanyi Pop Tataloo karena Menghina Nabi Muhammad

Penistaan agama berpotensi dijatuhi hukuman mati di Iran, meskipun dakwaan ini kemudian dibatalkan dan dirujuk ke pengadilan lain yang lebih tinggi.

Laporan tentang hukuman mati terhadap Tataloo pertama kali dipublikasikan oleh surat kabar Jame Jam, yang berafiliasi dengan lembaga penyiaran negara Iran.

Surat kabar reformis Etemad juga telah melaporkan bahwa Mahkamah Agung Iran menerima keberatan jaksa atas hukuman penjara lima tahun sebelumnya atas pelanggaran seperti penistaan agama. "Dan mengeklaim kasus tersebut dibuka kembali, dan kali ini terdakwa dijatuhi hukuman mati karena menghina Nabi," tulis media tersebut, merujuk pada Nabi Muhammad SAW.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved