Eks Bos Bandara Korsel Ditemukan Tewas setelah Tragedi Jeju Air Tewaskan 179 Orang
Kamis, 23 Januari 2025 - 07:44 WIB
loading...
Mantan bos perusahaan Korea Selatan yang mengelola Bandara Internasional Muan ditemukan tewas beberapa minggu setelah tragedi Jeju Air tewaskan 179 orang di bandara tersebut. Foto/Korea JoongAng Daily
A
A
A
SEOUL - Seorang mantan bos presiden perusahaan Korea Selatan (Korsel) yang mengelola Bandara Internasional Muan ditemukan tewas beberapa minggu setelah tragedi pesawat Jeju Air di badara tersebut yang menewaskan 179 orang.
Polisi mengatakan Son Chang-wan—yang memimpin Korea Airports Corporation milik pemerintah dari tahun 2018 hingga 2022—ditemukan tewas diduga bunuh diri.
Menurut polisi tidak ada tanda-tanda penyusupan atau bukti pembunuhan di rumahnya.
Menurut laporan dari New York Times, Kamis (23/1/2025), Son tidak diselidiki atas kecelakaan Jeju Air.
Baca Juga: Ini Rahasia 2 Pramugari Bisa Selamat dalam Tragedi Pesawat Jeju Air yang Tewaskan 179 Orang
Korea Airports Corporation mengatakan kepada media tersebut bahwa mereka tidak memiliki pernyataan tentang kematian Son dengan alasan itu masalah pribadi.
Son memimpin Korea Airports Corporation pada tahun 2020 ketika renovasi dimulai di Bandara Internasional Muan, lokasi tragedi Jeju Air pada 29 Desember 2024.
Salah satu penyebab kecelakaan yang sedang diselidiki adalah keselamatan landasan pacu di bandara tersebut.
Polisi mengatakan Son Chang-wan—yang memimpin Korea Airports Corporation milik pemerintah dari tahun 2018 hingga 2022—ditemukan tewas diduga bunuh diri.
Menurut polisi tidak ada tanda-tanda penyusupan atau bukti pembunuhan di rumahnya.
Menurut laporan dari New York Times, Kamis (23/1/2025), Son tidak diselidiki atas kecelakaan Jeju Air.
Baca Juga: Ini Rahasia 2 Pramugari Bisa Selamat dalam Tragedi Pesawat Jeju Air yang Tewaskan 179 Orang
Korea Airports Corporation mengatakan kepada media tersebut bahwa mereka tidak memiliki pernyataan tentang kematian Son dengan alasan itu masalah pribadi.
Son memimpin Korea Airports Corporation pada tahun 2020 ketika renovasi dimulai di Bandara Internasional Muan, lokasi tragedi Jeju Air pada 29 Desember 2024.
Salah satu penyebab kecelakaan yang sedang diselidiki adalah keselamatan landasan pacu di bandara tersebut.
Lihat Juga :