Trump Ancam Putin: Akhiri Perang Ukraina atau Banyak Sanksi AS untuk Rusia!
loading...

Presiden AS Donald Trump mengancam Presiden Rusia Vladimir Putin, menekannya untuk mengakhiri perang Ukraina. Foto/Sputnik/Ilya Pitalev
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pesan bernada ancaman kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dia mengatakan Putin harus membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina "sekarang" atau Moskow menghadapi kenaikan tarif dan lebih banyak sanksi dari Washington.
"Jika kita tidak membuat 'kesepakatan', dan segera, saya tidak punya pilihan lain selain mengenakan pajak, tarif, dan sanksi tingkat tinggi pada apa pun yang dijual oleh Rusia ke Amerika Serikat, dan berbagai negara peserta lainnya," kata Trump di media sosial Truth Social miliknya pada Rabu.
Trump mengatakan bahwa dia tidak bermaksud menyakiti Rusia dan selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan Putin, seorang pemimpin yang selama ini dia kagumi.
"Dengan semua itu, saya akan mendukung Rusia, yang ekonominya sedang gagal, dan Presiden Putin, dengan kebaikan yang sangat besar. Selesaikan masalah ini sekarang, dan hentikan perang konyol ini! Ini hanya akan menjadi lebih buruk," lanjut dia, seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/1/2025).
Trump mengambil sikap yang lebih keras daripada yang dia lakukan selama konferensi pers di Gedung Putih pada hari Selasa, ketika dia mengatakan "kedengarannya mungkin" bahwa dia akan menerapkan sanksi tambahan jika Putin tidak datang ke meja perundingan.
Presiden AS itu juga menolak mengatakan apakah dia akan melanjutkan kebijakan pendahulunya; Joe Biden, untuk mengirim senjata ke Ukraina guna melawan invasi Rusia, yang diluncurkan pada Februari 2022.
"Kami sedang mempertimbangkannya," katanya dalam konferensi pers.
"Kami sedang berbicara dengan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky, kami akan segera berbicara dengan Presiden Putin," paparnya.
Dia mengatakan Putin harus membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina "sekarang" atau Moskow menghadapi kenaikan tarif dan lebih banyak sanksi dari Washington.
"Jika kita tidak membuat 'kesepakatan', dan segera, saya tidak punya pilihan lain selain mengenakan pajak, tarif, dan sanksi tingkat tinggi pada apa pun yang dijual oleh Rusia ke Amerika Serikat, dan berbagai negara peserta lainnya," kata Trump di media sosial Truth Social miliknya pada Rabu.
Trump mengatakan bahwa dia tidak bermaksud menyakiti Rusia dan selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan Putin, seorang pemimpin yang selama ini dia kagumi.
"Dengan semua itu, saya akan mendukung Rusia, yang ekonominya sedang gagal, dan Presiden Putin, dengan kebaikan yang sangat besar. Selesaikan masalah ini sekarang, dan hentikan perang konyol ini! Ini hanya akan menjadi lebih buruk," lanjut dia, seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/1/2025).
Trump mengambil sikap yang lebih keras daripada yang dia lakukan selama konferensi pers di Gedung Putih pada hari Selasa, ketika dia mengatakan "kedengarannya mungkin" bahwa dia akan menerapkan sanksi tambahan jika Putin tidak datang ke meja perundingan.
Presiden AS itu juga menolak mengatakan apakah dia akan melanjutkan kebijakan pendahulunya; Joe Biden, untuk mengirim senjata ke Ukraina guna melawan invasi Rusia, yang diluncurkan pada Februari 2022.
"Kami sedang mempertimbangkannya," katanya dalam konferensi pers.
"Kami sedang berbicara dengan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky, kami akan segera berbicara dengan Presiden Putin," paparnya.
Lihat Juga :