7 Keputusan Mengejutkan Donald Trump Sehari setelah Dilantik jadi Presiden AS

Rabu, 22 Januari 2025 - 12:01 WIB
loading...
7 Keputusan Mengejutkan...
Presiden AS Donald Trump menandatangani sejumlah perintah eksekutif di Gedung Putih. Foto/the guardian
A A A
WASHINGTON - Pada Januari 2025, setelah dilantik kembali sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengambil sejumlah keputusan yang mengejutkan dan kontroversial.

Berikut adalah sejumlah keputusan utama yang diambilnya:

1. Pemberian Grasi kepada 1.500 Terdakwa Kerusuhan 6 Januari


Salah satu tindakan pertama Trump adalah memberikan grasi kepada sekitar 1.500 individu yang terlibat dalam kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021.

Mengapa Keputusan Ini Mengejutkan? Kerusuhan 6 Januari dianggap sebagai serangan serius terhadap demokrasi Amerika.

Dengan memberikan grasi, Trump menunjukkan dukungan terhadap individu-individu yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, yang bertentangan dengan upaya penegakan hukum dan keadilan.

Dampaknya? Politik Domestik: Keputusan ini memperdalam polarisasi politik di Amerika Serikat, dengan kritik tajam dari Partai Demokrat dan sebagian Partai Republik.

Penegakan Hukum: Grasi massal ini dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dan penegakan hukum.

2. Penarikan Amerika Serikat dari Perjanjian Iklim Paris dan WHO


Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menarik Amerika Serikat dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mengapa Keputusan Ini Mengejutkan? Penarikan dari dua organisasi internasional utama ini menunjukkan perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri dan komitmen Amerika terhadap isu global seperti perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.

Dampaknya? Lingkungan: Penarikan dari Perjanjian Paris dapat menghambat upaya global dalam mengatasi perubahan iklim, mengingat peran signifikan Amerika Serikat dalam emisi gas rumah kaca.

Kesehatan Global: Keluar dari WHO dapat mempengaruhi respons global terhadap pandemi dan isu kesehatan lainnya, serta mengisolasi Amerika Serikat dari kerjasama internasional di bidang kesehatan.

3. Upaya Penghapusan Hak Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran


Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menghapus hak kewarganegaraan otomatis bagi anak-anak yang lahir di Amerika Serikat dari orang tua imigran ilegal.

Mengapa Keputusan Ini Mengejutkan? Langkah ini menantang Amandemen Keempat Belas Konstitusi Amerika Serikat, yang menjamin kewarganegaraan bagi siapa pun yang lahir di tanah Amerika.

Upaya ini dianggap sebagai serangan terhadap prinsip dasar kewarganegaraan Amerika.

Dampaknya? Hukum dan Konstitusi: Keputusan ini kemungkinan besar akan menghadapi tantangan hukum di pengadilan, mengingat perlindungan konstitusional yang ada.

Komunitas Imigran: Kebijakan ini meningkatkan ketidakpastian dan ketakutan di kalangan komunitas imigran, serta dapat mempengaruhi integrasi sosial dan ekonomi mereka.

4. Hentikan Semua Bantuan Luar Negeri AS


Trump menandatangani perintah eksekutif yang membekukan semua bantuan pembangunan luar negeri AS selama 90 hari, sambil menunggu peninjauan.

Gedung Putih mengumumkan keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya menilai kembali strategi bantuan luar negeri dan memastikan keselarasan dengan prioritas nasional.

“Alokasi bantuan luar negeri AS saat ini tidak sejalan dengan kepentingan Amerika dan dalam banyak kasus bertentangan dengan nilai-nilai Amerika, dan berfungsi mengacaukan perdamaian dunia dengan mempromosikan ide-ide di negara-negara asing yang secara langsung bertentangan dengan hubungan yang harmonis dan stabil di dalam dan di antara negara-negara," ungkap perintah eksekutif yang diterbitkan oleh Gedung Putih pada hari Senin (20/1/2025).

5. Cabut Istilah Gender, Pilih Sebutan Jenis Kelamin


Mengeluarkan perintah eksekutif yang mengharuskan lembaga federal mencabut penggunaan "gender" dan "identitas gender" dan sebagai gantinya menggunakan definisi biner "jenis kelamin" dalam menerapkan kebijakan, termasuk dalam menerbitkan paspor, langkah yang telah dijanjikan akan ditentang kelompok hak LGBTQ+ di pengadilan.

6. Ganti Nama Teluk Meksiko jadi Teluk Amerika, Denali jadi Gunung McKinley


Donald Trump telah menandatangani perintah untuk mengganti nama Teluk Meksiko seluas 617.800 mil persegi dan Denali di Alaska setinggi 20.000 kaki.

Teluk Meksiko akan berganti nama menjadi Teluk Amerika, dan Denali, gunung tertinggi di Amerika Utara, akan kembali menjadi Gunung McKinley, yang disebut sebelum Barack Obama mengubah namanya pada tahun 2015.

Perintah tersebut tidak akan memengaruhi nama yang digunakan secara internasional.

7. Cabut 78 Kebijakan Biden


Trump membatalkan 78 tindakan eksekutif yang diberlakukan oleh pendahulunya, Joe Biden.

Keputusan-keputusan yang diambil oleh Presiden Trump pada awal masa jabatannya di tahun 2025 mencerminkan pendekatan yang lebih nasionalis dan unilateral, dengan fokus pada kepentingan domestik Amerika Serikat.

Namun, langkah-langkah ini juga memicu kontroversi dan perdebatan baik di dalam negeri maupun di kancah internasional, mengingat implikasinya yang luas terhadap isu-isu global dan nilai-nilai demokrasi.

Baca juga: Trump Tidak Yakin Gencatan Senjata Gaza akan Bertahan Lama
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved