Kepala Staf Angkatan Darat Israel Mundur, Akui Militer Gagal Cegah Serangan Hamas

Rabu, 22 Januari 2025 - 08:45 WIB
loading...
Kepala Staf Angkatan...
Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi. Foto/wikimedia commons
A A A
TEL AVIV - Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi, mengumumkan pada Selasa (21/1/2025) bahwa dia akan mengundurkan diri pada bulan Maret.

Dia menyebut alasan kegagalan militer dalam mencegah serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023.

Halevi mengatakan dia memberi tahu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Israel Katz bahwa dia bermaksud mengundurkan diri pada tanggal 6 Maret.

Pengunduran dirinya akan terjadi sekitar 10 bulan lebih awal dari masa jabatan standar tiga tahun, setelah menjabat selama dua tahun dan dua bulan.

Menyusul langkah Halevi, Kepala Komando Selatan Angkatan Darat Israel Yaron Finkelman juga mengumumkan pengunduran dirinya.

“Pada tanggal 7 Oktober 2023, saya gagal mempertahankan Negev bagian barat, dan kegagalan ini akan tetap terukir dalam pikiran saya selama sisa hidup saya,” ujar Finkelman dalam surat pengunduran dirinya.

Jalur Gaza berada di bawah Komando Selatan Angkatan Darat Israel.

Pengunduran diri itu terjadi pada hari ketiga gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan yang mulai berlaku pada 19 Januari, yang menangguhkan perang genosida Israel di Jalur Gaza.

Setelah pengunduran diri itu, mantan Menteri Pertahanan dan Pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, meminta pemerintah Israel mengundurkan diri.

Pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat ini telah berkuasa sejak akhir Desember 2022.

“Hormat kepada Kepala Staf Herzi Halevi, dan sekarang Perdana Menteri dan seluruh pemerintahannya yang membawa bencana harus bertanggung jawab dan mengundurkan diri,” ujar pemimpin oposisi, Yair Lapid, di akun X-nya.

Netanyahu telah berulang kali menolak seruan oposisi untuk pemilihan umum lebih awal selama lebih dari setahun dan menolak bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober.

Beberapa pejabat Israel telah mengundurkan diri karena kegagalan 7 Oktober, terutama Kepala Direktorat Intelijen Militer Israel Aharon Haliva.

Genosida Israel di Gaza telah menewaskan hampir 47.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 110.700 lainnya.

Kerusakan meluas dan krisis kemanusiaan telah merenggut nyawa banyak orang tua dan anak-anak dalam salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah ada.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada bulan November untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.

Baca juga: Penembak Jitu Israel Bunuh Anak Palestina di Rafah, Zionis Langgar Gencatan Senjata
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Laksdya TNI Hersan,...
Laksdya TNI Hersan, Mantan Ajudan Jokowi Berpeluang Besar Jadi KSAL
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved