5 Negara yang Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS, 2 di Antaranya Mayoritas Muslim

Selasa, 21 Januari 2025 - 16:45 WIB
loading...
A A A

4. Palestina


Trump mungkin berjasa pada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas baru-baru ini. Meski begitu, bukan berarti dia akan memihak Palestina untuk ke depannya.

Salah satu alasan terbesarnya karena Trump memiliki riwayat kebijakan yang pro-Israel. Contohnya adalah di masa pertama jabatannya ketika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar AS ke sana.

Belum lagi soal retorikanya yang sangat pro-Israel. Trump sering berbicara tentang Israel dengan nada yang sangat positif, menjanjikan perlindungan dan dukungan penuh terhadap negara Yahudi itu, sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan semakin menekan Palestina untuk menerima kondisi yang diajukan Tel Aviv.

5. Meksiko


Kekhawatiran juga dirasakan negara lain seperti Meksiko. Trump terkenal dengan kebijakan imigrasi yang keras, termasuk membangun tembok perbatasan dan kebijakan deportasi massal.

Menurut laporan ApNews, pemerintahan Trump memberlakukan kembali kebijakan “Tetap di Meksiko”.

Di masa jabatan pertamanya dulu, kebijakan itu memaksa 70.000 pencari suaka menunggu tanpa kepastian bersama sidang di pengadilan imigrasi AS.

Selain masalah imigran, Meksiko dihadapkan pada ancaman lain, seperti tarif perdagangan selangit dan serangan militer terhadap kartel.

Jika menolak ketentuan, taruhannya sangat besar karena AS juga menjadi pasar penting bagi sekitar 80 persen ekspor Meksiko.

Itulah beberapa negara yang terancam setelah Donald Trump kembali menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Perbedaan Perlakuan Hamas dan Israel terhadap Tawanan Perang Masing-masing
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved