Kebakaran Los Angeles Belum Padam, Ini Jumlah Bangunan yang Hancur

Senin, 20 Januari 2025 - 14:04 WIB
loading...
Kebakaran Los Angeles...
Lebih dari 10.600 bangunan hancur akibat kebakaran Los Angeles, California, AS. Foto/Wally Skalij/Los Angeles Times
A A A
LOS ANGELES - Kebakaran Los Angeles, yang dimulai sejak 7 Januari lalu belum sepenuhnya padam. Hingga kini, masih ada titik api di Eaton dan Palisades.

Menurut data Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California (Cal Fire), kebakaran Palisades dan Eaton telah membakar area seluas lebih dari 37.000 hektare.

Setidaknya 27 orang tewas, menurut kantor Pemeriksa Medis Los Angeles County.

Data dari Cal Fire juga menyebutkan kebakaran tersebut telah menghancurkan lebih dari 10.600 bangunan dan merusak lebih dari 1.400 bangunan lainnya, termasuk rumah, bangunan bisnis, dan gudang.

Baca Juga: Perbandingan Luas Kebakaran Los Angeles dan Gaza yang Dihancurkan Israel

Kebakaran Eaton kini menjadi kebakaran paling mematikan kelima dan paling merusak kedua di negara bagian California, Amerika Serikat. Sementara itu, kebakaran Palisades merupakan kebakaran paling merusak keempat.

Menurut laporan USA Today, Senin (20/1/2025), di negara bagian California yang rata-rata mengalami lebih dari 7.500 kebakaran hutan per tahun, beberapa pemilik rumah di wilayah tersebut selalu membawa helm dan selang pemadam kebakaran.

Namun, kebakaran Los Angeles menunjukkan kenyataan baru: kebakaran hutan di negara bagian itu makin membesar dan ganas serta lebih sering membakar pinggiran kota dan kota, kata para pakar kepada USA Today.

“Kita benar-benar berhadapan dengan paradigma kebakaran hutan baru,” kata Faith Kearns, pakar air dan kebakaran hutan di Global Futures Laboratory di Arizona State University.

Orang-orang terbiasa menganggap kebakaran sebagai kebakaran bangunan atau kebakaran hutan di daerah pedesaan, tetapi dalam beberapa dekade terakhir, batasannya sudah kabur.

Kebakaran hutan yang lebih hebat membakar lingkungan tempat api menyebar dengan cepat dari mobil dan rumah, kata Kearns.

"Itu menjadi jenis kebakaran yang sangat, sangat berbeda untuk dipadamkan, dan juga jenis kebakaran yang sangat sulit untuk dipadamkan," ujarnya.

Sejak 2014, rata-rata 10 tahun jumlah hektare lahan yang terbakar oleh kebakaran hutan setiap tahun di California meningkat sekitar dua kali lipat, menurut Cal Fire.

Meskipun berita utama saat ini difokuskan pada California Selatan, bencana cuaca ekstrem seperti kekeringan, banjir, dan badai juga terjadi semakin parah di seluruh AS, yang dipicu oleh kombinasi perubahan iklim dan aktivitas manusia.

“Jika ada satu hal yang perlu diperjelas, kebakaran hutan yang semakin parah bukanlah bencana alam,” kata Jennifer Marlon, seorang ilmuwan peneliti senior di Yale School of Environment.

“Gempa bumi adalah bencana alam," imbuh dia.

"Kebakaran hutan ini terjadi di tengah kondisi yang lebih panas dan kering, diperburuk oleh gas yang memerangkap panas yang dihasilkan oleh pembakaran batu bara, minyak, dan gas," kata Marlon.

"Tentu saja ada banyak faktor lain yang berperan, tetapi kita tidak bisa mengabaikan masalah yang lebih besar lagi."

Menurut Stephen Strader, seorang ahli geografi dan meteorologi bahaya di Villanova University, cakupan bencana juga semakin meluas.

Bencana tersebut telah meningkatkan tarif asuransi dan mendorong beberapa perusahaan asuransi untuk meninggalkan Florida dan California.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved