Donald Trump Disebut Bakal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia, Ini Repons Kemlu

Senin, 20 Januari 2025 - 09:37 WIB
loading...
Donald Trump Disebut...
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan tidak menerima informasi perihal laporan bahwa Donald Trump berencana merelokasi 2 juta warga Gaza ke Indonesia. Foto/via DAWN
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia telah merespons laporan media asing yang menyatakan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana merelokasi sekitar 2 juta warga Gaza ke Indonesia selama rekonstruksi pascaperang.

“Pemerintah Republik Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi apapun mengenai hal ini," kata juru bicara Kemlu Indonesia Rolliansyah Soemirat melalui pesan singkat pada Senin (20/1/2024).

Laporan itu datang dari media Yahudi, JFeed, mengutip NBC News.

Baca Juga: Donald Trump Disebut Bakal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia

Menurut laporan tersebut, tim transisi Donald Trump-JD Vance sedang menjajaki proposal kontroversial untuk relokasi tersebut. Indonesia, lanjut laporan itu, dianggap sebagai negara tuan rumah potensial.

Tak ada penjelasan dalam laporan itu mengapa Indonesia disebut-sebut sebagai lokasi potensial untuk rencana Trump tersebut.

Kehancuran yang meluas telah terjadi di Jalur Gaza, Palestina, sejak perang Hamas-Israel dimulai 7 Oktober 2023.

Ada lima wilayah Jalur Gaza dengan kehancuran terparah. Kota Gaza menanggung kerusakan terberat, dengan 74% bangunan hancur atau rusak parah. Gaza Utara menyusul dengan tingkat kerusakan 70%, kemudian Khan Younis dengan 55% bangunan rusak, Deir al-Balah dengan 50% bangunan rusak, dan Rafah, yang saat ini menampung banyak pengungsi Palestina, dengan 49% bangunan tidak dapat digunakan.

Secara keseluruhan, 60% bangunan di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau hancur. Perkiraan bulan Oktober 2024 menghitung 128.000 bangunan rusak—jumlah yang sejak itu bertambah secara signifikan.

Usulan Trump, yang diungkapkan oleh seorang pejabat transisi yang tidak disebutkan namanya, menghadapi skeptisisme yang signifikan.

Negara-negara regional secara konsisten menentang penerimaan pengungsi Palestina, khawatir akan memungkinkan terjadinya krisis pengungsi baru. Banyak warga Palestina khawatir mereka akan dilarang kembali ke Gaza jika mereka pergi.

Dalam laporan yang sama, NBC News mengungkapkan bahwa utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi Gaza guna mengawasi penerapan perjanjian gencatan senjata yang akan dimulai hari Minggu.

"Anda harus melihatnya, Anda harus merasakannya," kata pejabat transisi Trump-Vance, yang menunjukkan Witkoff membutuhkan pengalaman langsung daripada hanya mengandalkan laporan Israel.

Mengingat rapuhnya kesepakatan gencatan senjata tersebut, Witkoff berencana untuk mempertahankan kehadiran regional yang konstan.

Pejabat tersebut mencatat kekhawatiran tentang potensi sabotase: "Ada kaum radikal dan fanatik di kedua belah pihak—tidak hanya Hamas, tetapi juga dari sayap kanan Israel—yang termotivasi untuk menggagalkan perjanjian ini."

NBC News juga melaporkan bahwa sandera Amerika-Israel Keith Siegel dijadwalkan dibebaskan pada hari ke-14 gencatan senjata, meskipun rincian ini masih belum dikonfirmasi oleh sumber-sumber media Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved