Biden: Aksi Militer Israel di Timur Tengah Sangat Berhasil, Iran Menjadi yang Terlemah

Senin, 20 Januari 2025 - 07:11 WIB
loading...
Biden: Aksi Militer...
Presiden AS Joe Biden yang akan lengser sebut aksi militer Israel di Timur Tengah sangat berhasil, membuat Iran menjadi yang terlemah dalam beberapa dekade. Foto/USA Today
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang akan lengser memuji kampanye militer Israel di Gaza dan Timur Tengah yang lebih luas, dengan menyebutnya “sangat berhasil".

Menurutnya, kawasan itu telah berubah secara fundamental, dengan Iran menjadi yang terlemah dalam beberapa dekade.

Biden menyampaikan pujiannya kepada Israel selama kunjungan ke Carolina Selatan pada hari terakhirnya menjabat pada hari Minggu, menyambut baik gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

"Setelah begitu banyak penderitaan, kematian, dan hilangnya nyawa, hari ini senjata di Gaza sudah tidak bersuara," katanya, memuji kampanye Israel melawan Hamas dan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon sebagai "sangat berhasil".

Baca Juga: Netanyahu Jelang Gencatan Senjata Gaza: Israel Berhak Lanjutkan Perang dengan Dukungan AS

"Hamas kehilangan kepemimpinan puncaknya sementara para sponsornya di Timur Tengah telah sangat dilemahkan oleh Israel, yang didukung oleh AS," ujar Biden, yang dilansir Politico, Senin (20/1/2025).

Dia menambahkan bahwa para pemimpin Hizbullah dihancurkan dan kelompok itu sangat dilemahkan.

Biden juga merujuk pada kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah, yang digulingkan oleh serangan kelompok "jihadis" yang mengejutkan akhir tahun lalu, yang menunjukkan bahwa perkembangan ini menguntungkan Israel dan AS.

"Rezim Assad di Suriah telah hilang, menghilangkan akses mudah Iran ke Lebanon. Iran berada dalam posisi terlemahnya dalam beberapa dekade," katanya.

Biden merasa bangga dengan dukungan Washington yang terus-menerus terhadap Tel Aviv dan upaya militernya, dengan mengeklaim bahwa dukungan ini mencegah perang yang lebih besar di Timur Tengah.

“Saya menyimpulkan bahwa meninggalkan jalan yang saya tempuh tidak akan membawa kita pada gencatan senjata yang kita saksikan hari ini. Sebaliknya, hal itu akan mempertaruhkan perang yang lebih luas di wilayah tersebut yang ditakutkan banyak orang. Sekarang wilayah tersebut telah berubah secara mendasar,” katanya.

Komentar Biden bertepatan dengan kesepakatan gencatan senjata yang telah lama ditunggu-tunggu antara Israel dan Hamas, yang mulai berlaku pada hari Minggu.

Kedua belah pihak mencapai kesepakatan awal pekan tersebut, sepakat untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama sekitar 15 bulan dan untuk bertukar tahanan.

Permusuhan antara Israel dan Hamas di daerah kantong Palestina itu berkobar ketika kelompok Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.100 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.

Menurut pejabat kesehatan Gaza, serangan balasan brutal militer Israel telah menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan lebih dari 46.000 orang di daerah kantong tersebut.

Eskalasi ini juga memicu konflik baru antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan dan menyebabkan beberapa kali serangan jarak jauh antara Tel Aviv dan Teheran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved