AS Kerahkan Bom Nuklir Modern ke Eropa, Konflik dengan Rusia Semakin Panas

Minggu, 19 Januari 2025 - 10:30 WIB
loading...
A A A
Kremlin secara konsisten mengkritik peningkatan kekuatan militer AS, dengan memperingatkan bahwa pengerahan bom dan rudal berkemampuan nuklir secara global dapat memicu respons yang proporsional.

Pada bulan September, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan perubahan doktrin nuklir negaranya untuk menetapkan bahwa, "Agresi terhadap Federasi Rusia dan/atau sekutunya oleh negara non-nuklir mana pun dengan partisipasi atau dukungan negara nuklir akan dianggap sebagai serangan gabungan mereka."

Amandemen doktrin nuklir tersebut disetujui pada bulan November, setelah AS dan beberapa negara Barat mengizinkan Ukraina menggunakan senjata jarak jauh pasokan mereka untuk menyerang jauh ke dalam Rusia, meskipun Moskow memperingatkan bahwa hal ini akan meningkatkan konflik dan mengakibatkan partisipasi langsung NATO dalam permusuhan.

Rusia juga melakukan uji coba tempur rudal hipersonik jarak menengah Oreshnik terbarunya terhadap pabrik rudal di Ukraina, sebagai tanggapan atas serangan lintas batas Kyiv yang menggunakan sistem ATACMS dan HIMARS buatan AS, serta rudal Storm Shadow/SCALP buatan Inggris-Prancis.

Bulan lalu, Rusia dan Belarus menyelesaikan perjanjian keamanan yang memperkuat rencana untuk menyebarkan sistem rudal Oreshnik di Belarusia pada tahun 2025. Rudal-rudal ini, yang menurut Moskow tidak dapat dicegat oleh pertahanan Barat saat ini, mampu menyerang target di seluruh Eropa dalam hitungan menit.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Prancis Kerahkan Pesawat...
Prancis Kerahkan Pesawat Bersenjata Nuklir ke Perbatasan Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved