Cuaca Sangat Dingin, Pelantikan Trump Terpaksa Digelar di Dalam Ruangan

Sabtu, 18 Januari 2025 - 13:56 WIB
loading...
Cuaca Sangat Dingin,...
Presiden terpilih AS Donald Trump. Foto/tasnim
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan dia akan menyampaikan pidato pelantikannya di dalam gedung DPR.

Dia beralasan cuaca yang sangat dingin dapat membahayakan para pendukungnya dan juga personel keamanan.

Presiden AS biasanya mengambil sumpah jabatan mereka di luar gedung DPR, dengan kerumunan penonton yang memadati National Mall.

“Tanggal 20 Januari tidak akan cukup cepat!” ujar Trump pada hari Jumat (17/1/2025) dalam unggahan di platform Truth Social miliknya.

Dia menjelaskan, “Merupakan kewajiban saya untuk melindungi Rakyat Negara kita, tetapi, sebelum kita memulainya, kita harus memikirkan Pelantikan itu sendiri.”

Trump mengutip “ledakan Arktik” yang melanda AS dan ramalan cuaca untuk hari Senin di Washington yang menyerukan “rekor suhu terendah yang parah” dengan angin dingin, untuk menyatakan hal ini akan menciptakan kondisi berbahaya bagi “ratusan ribu pendukung yang akan berada di luar selama berjam-jam,” serta polisi dan anjing serta kuda mereka.

Dengan mengingat hal itu, presiden terpilih itu mengatakan, pidato pelantikan, doa, dan pidato lainnya akan disampaikan di dalam Capitol Rotunda, seperti yang dilakukan Presiden Ronald Reagan pada tahun 1985, juga karena cuaca yang dingin.

"Ini akan menjadi pengalaman yang sangat indah bagi semua orang, dan terutama bagi banyak penonton TV!" ujar Trump dalam unggahan media sosialnya.

"Bagaimanapun, jika Anda memutuskan untuk datang, berpakaianlah dengan hangat!" papar dia.

Upacara tersebut akan disiarkan langsung dari Capital One Arena di dekatnya, tempat pertandingan basket dan hoki yang berjarak sekitar enam jalan.

Tempat tersebut telah dipesan untuk Trump's Victory Rally pada Minggu sore, dan dia bermaksud bergabung dengan kerumunan di sana pada hari Senin, setelah dia mengambil sumpah jabatan.

"Semua orang akan aman, semua orang akan bahagia, dan kita akan, bersama-sama, MEMBUAT AMERIKA HEBAT LAGI!" ungkap presiden terpilih itu.

Dalam sebagian besar sejarah AS, presiden yang memenangkan pemilihan umum pada awal November harus menunggu hingga 4 Maret tahun berikutnya untuk dilantik.

Amandemen ke-20, yang disahkan pada tahun 1933, memindahkan tanggal pelantikan ke 20 Januari.

Upacara ini biasanya dihadiri anggota Kongres, hakim Mahkamah Agung AS, dan mantan presiden beserta pasangan mereka, bersama dengan duta besar asing dan tamu istimewa yang diundang pemimpin AS yang baru.

Sejumlah warga Amerika yang menerima tiket khusus melalui anggota Kongres mereka diizinkan memasuki area yang ditentukan di halaman Capitol untuk menyaksikan pelantikan, sementara masyarakat umum dapat berkumpul di National Mall, tempat upacara biasanya disiarkan di layar lebar.

Pelantikan Presiden Joe Biden tahun 2021 dilakukan dengan puluhan ribu pasukan Garda Nasional di sekitar Capitol dan tidak ada anggota masyarakat yang diizinkan, karena pemerintahan yang baru mengklaim ada risiko "pemberontakan" karena kerusuhan oleh pendukung Trump di lokasi yang sama dua pekan sebelumnya.

Baca juga: Hamas Siap Bebaskan Tawanan Pertama Berdasar Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Masih Trauma, Iran Belum...
Masih Trauma, Iran Belum Percaya kepada AS meski Segera Teken Perjanjian Damai
Rekomendasi
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved