Qatar Berupaya Cabut Sanksi terhadap Suriah
Sabtu, 18 Januari 2025 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
“Kami berbicara dengan pemimpin pemerintahan baru Suriah, Ahmed Al-Sharaa, dan menekankan perlunya penarikan pasukan Israel, dan serangan Israel tidak boleh menimbulkan realitas baru,” tegas Perdana Menteri Qatar, yang bertemu dengan pemimpin pemerintahan baru Suriah di Damaskus pada hari Kamis (16/1/2025).
Dia mengatakan visi Al-Sharaa terhadap konflik di Suriah “menjanjikan,” dan pemerintahan baru berkomitmen menjaga “jalinan sosial yang beragam” di negara itu.
“Kami membayangkan Suriah sebagai negara kewarganegaraan yang didirikan atas dasar prestasi dan bukan sektarianisme. Kami tetap yakin dengan komitmen rakyat Suriah untuk menjaga integritas teritorial mereka,” ujar dia.
Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok anti-rezim menguasai Damaskus pada tanggal 8 Desember, mengakhiri kekuasaan keluarganya selama puluhan tahun.
Baca juga: Hamas Siap Bebaskan Tawanan Pertama Berdasar Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Dia mengatakan visi Al-Sharaa terhadap konflik di Suriah “menjanjikan,” dan pemerintahan baru berkomitmen menjaga “jalinan sosial yang beragam” di negara itu.
“Kami membayangkan Suriah sebagai negara kewarganegaraan yang didirikan atas dasar prestasi dan bukan sektarianisme. Kami tetap yakin dengan komitmen rakyat Suriah untuk menjaga integritas teritorial mereka,” ujar dia.
Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok anti-rezim menguasai Damaskus pada tanggal 8 Desember, mengakhiri kekuasaan keluarganya selama puluhan tahun.
Baca juga: Hamas Siap Bebaskan Tawanan Pertama Berdasar Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
(sya)
Lihat Juga :