Ukraina Ingin 2 Tentara Korea Utara Ditukar dengan Tawanan Perang
Senin, 13 Januari 2025 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Zelensky juga membagikan foto kartu identitas militer Rusia berwarna merah yang mencantumkan tempat lahir sebagai Turan, di republik Rusia Tuva, yang berbatasan dengan Mongolia.
Baca Juga: Rusia Klaim Jadi Pemenang dalam Adidaya Tanah Jarang
SBU mengatakan bahwa tentara yang ditemukan dengan kartu identitas itu mengatakan kepada para interogator bahwa ia telah diberi dokumen tersebut selama musim gugur tahun 2024, di Rusia.
Menurut SBU, ia juga mengatakan bahwa beberapa unit tempur Korea Utara telah menjalani pelatihan selama satu minggu pada saat itu.
"Patut dicatat bahwa tahanan itu...menekankan bahwa ia diduga pergi untuk pelatihan, bukan untuk berperang melawan Ukraina," kata pernyataan SBU.
Kantor Zelensky mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Rusia "berusaha menyembunyikan fakta bahwa mereka adalah tentara dari Korea Utara dengan memberi mereka dokumen yang mengklaim bahwa mereka berasal dari Tuva atau wilayah lain di bawah kendali Moskow".
Badan intelijen melaporkan bahwa tentara yang membawa kartu identitas itu mengatakan bahwa ia lahir pada tahun 2005 dan telah bertugas di Korea Utara sebagai prajurit bersenjata sejak tahun 2021.
Tahanan kedua dilaporkan telah memberikan sebagian jawabannya secara tertulis karena rahangnya terluka, menurut SBU.
Baca Juga: Rusia Klaim Jadi Pemenang dalam Adidaya Tanah Jarang
SBU mengatakan bahwa tentara yang ditemukan dengan kartu identitas itu mengatakan kepada para interogator bahwa ia telah diberi dokumen tersebut selama musim gugur tahun 2024, di Rusia.
Menurut SBU, ia juga mengatakan bahwa beberapa unit tempur Korea Utara telah menjalani pelatihan selama satu minggu pada saat itu.
"Patut dicatat bahwa tahanan itu...menekankan bahwa ia diduga pergi untuk pelatihan, bukan untuk berperang melawan Ukraina," kata pernyataan SBU.
Kantor Zelensky mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Rusia "berusaha menyembunyikan fakta bahwa mereka adalah tentara dari Korea Utara dengan memberi mereka dokumen yang mengklaim bahwa mereka berasal dari Tuva atau wilayah lain di bawah kendali Moskow".
Badan intelijen melaporkan bahwa tentara yang membawa kartu identitas itu mengatakan bahwa ia lahir pada tahun 2005 dan telah bertugas di Korea Utara sebagai prajurit bersenjata sejak tahun 2021.
Tahanan kedua dilaporkan telah memberikan sebagian jawabannya secara tertulis karena rahangnya terluka, menurut SBU.
Lihat Juga :