Rusia Klaim Jadi Pemenang dalam Adidaya Tanah Jarang

Senin, 13 Januari 2025 - 15:21 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Presiden yang Dimakzulkan Justru Dapat Kenaikan Gaji, Ada Apa Gerangan?

Rusia membutuhkan tanah jarang untuk industri nuklir dan sektor pertahanannya, industri minyak dan gas (yang mengonsumsi 830 ton lantanum, itrium, dan mineral lainnya pada tahun 2023), energi terbarukan (200 ton), industri kaca dan optik (100 ton), dan elektronik (100 ton).

Dengan pasar tanah jarang global yang diperkirakan nilainya akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi hampir USD11 miliar pada tahun 2030, perusahaan-perusahaan Rusia yang bergerak di bidang pertambangan, seperti raksasa nasional Rosatom, Rostec, Norilsk Nickel, Gazprom, serta perusahaan-perusahaan regional, memiliki peluang untuk mendapatkan bagian dari keuntungan di pasar ekspor.

Tantangannya termasuk membangun kembali rantai pasokan yang hilang setelah runtuhnya Uni Soviet, yang menyebabkan Rusia tidak memiliki kapasitas penyulingan skala besar. Pabrik pemrosesan utama Soviet dibangun di Kazakhstan (produksi dihentikan), Kirgistan, dan Estonia (sekarang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Kanada).

Keunggulan teknologi dan dominasi pasar China (60% produksi, 90% pemrosesan) juga dapat mempersulit ekspor. Komposisi bijih tanah jarang rumit, dan mineral berharga sering terkonsentrasi di samping unsur-unsur yang berbahaya atau tidak berharga, sehingga ekstraksinya menjadi prospek yang mahal dan luas secara teknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved