Belum Ada Rekonsiliasi di Suriah, Para Loyalis Bashar Al Assad Dipenggal di Depan Umum

Sabtu, 11 Januari 2025 - 19:15 WIB
loading...
Belum Ada Rekonsiliasi...
Belum ada rekonsiliasi di Suriah, para loyalis Bashar Al Assad dipenggal. Foto/X/@DailyFellaNews
A A A
DAMASKUS - Pemantau Suriah mengatakan para pejuang yang terkait dengan pemerintahan transisi mengeksekusi seorang pejabat lokal di depan umum pada hari Jumat, menuduhnya sebagai informan di bawah presiden terguling Bashar al-Assad.

Saat dihubungi oleh AFP, otoritas Damaskus tidak segera membalas permintaan komentar.

Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan para pejuang yang berafiliasi dengan penguasa baru negara itu mengeksekusi Mazen Kneneh pada Jumat pagi, menggambarkannya sebagai "salah satu loyalis paling terkenal dari rezim sebelumnya."

Para pejuang menembak kepala Kneneh di jalan di Dummar, pinggiran ibu kota Damaskus, kata pemantau yang berbasis di Inggris itu.

Dikatakan bahwa ia "dituduh menulis laporan keamanan jahat yang menyebabkan penganiayaan dan pemenjaraan banyak pemuda" yang disiksa di penjara di bawah al-Assad, yang kekuasaannya berakhir pada 8 Desember.

Sebuah video yang beredar daring, yang tidak dapat diverifikasi secara independen oleh AFP, konon memperlihatkan tubuh pria itu yang terkulai diikat ke batang pohon, pakaiannya berlumuran darah karena apa yang tampak seperti luka tembak di kepala.

Baca Juga: Indonesia Makin Menguat dalam Percaturan Geopolitik

Menurut video itu, anggota masyarakat termasuk anak-anak berkumpul di sekitar mayat itu, beberapa merekam dengan ponsel mereka dan yang lainnya memukuli mayat itu dengan tongkat atau menendangnya dengan keras di kepala.

Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Suriah meluncurkan operasi keamanan yang menargetkan "sisa-sisa rezim" pemimpin yang digulingkan itu di beberapa daerah.

Anas Khattab, kepala Intelijen Umum yang baru, telah berjanji untuk merombak aparatur keamanan, dan mengecam “ketidakadilan dan tirani rezim sebelumnya, yang lembaga-lembaganya menyebarkan korupsi dan menimbulkan penderitaan pada rakyat.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved