3 Pemicu Kebakaran di Los Angeles, Salah Satunya Dikaitkan Karma Mendukung Genosida di Gaza

Sabtu, 11 Januari 2025 - 15:07 WIB
loading...
A A A
Selain itu, kepala pemadam kebakaran Los Angeles Kristin Crowley mengatakan kotanya terhambat oleh kurangnya sumber daya.

"Selama tiga tahun terakhir, saya telah menjelaskan bahwa departemen pemadam kebakaran membutuhkan bantuan. Kami tidak dapat lagi bertahan di tempat kami berada," katanya kepada CNN pada hari Jumat, menjelaskan perlunya lebih banyak staf, sumber daya, dan pendanaan.

Dia mengatakan ini termasuk kebutuhan untuk 62 stasiun pemadam kebakaran baru di tengah peningkatan volume panggilan sebesar 55 persen sejak tahun 2010.

Presiden terpilih AS Donald Trump, yang akan kembali ke Gedung Putih hanya dalam waktu seminggu, telah memanfaatkan drama ini untuk menyerang Demokrat, meluncurkan serangkaian serangan tanpa bukti yang menuduh Gubernur Newsom atas berbagai kegagalan.

Ia bahkan mencoba menyalahkan kurangnya air pada upaya para pencinta lingkungan untuk melindungi ikan smelt -- ikan kecil yang hidup ratusan mil jauhnya dari kebakaran.

2. Pemerintah Tidak Bekerja Cepat

"Fakta bahwa jumlah kematian yang terjadi sangat rendah meskipun kerugian harta benda sangat besar merupakan bukti kerja kepala pemadam kebakaran dan pejabat pemerintah yang tepat waktu," kata Sheach, sang profesor.

Kebakaran sejauh ini telah menghancurkan sekitar 10.000 bangunan, menurut laporan badan pemadam kebakaran California, sementara kantor pemeriksa medis Kabupaten Los Angeles menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 11 orang.

Petugas pemadam kebakaran California "adalah salah satu petugas pemadam kebakaran terbaik di dunia. Mereka sering melakukan ini," kata Sheach, seraya menambahkan bahwa mereka lebih terlatih daripada di sebagian besar daerah lain karena "itulah realitas mereka."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved