Ibu Kota Israel yang Dulu

Kamis, 09 Januari 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Ketika Israel menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota saat ini pada tahun 1950, Perang Arab-Israel telah memecah belah kota tersebut. Tembok beton dan kawat berduri memisahkan kota tersebut antara Yerusalem barat, yang dimiliki oleh Israel, dan bagian timur, yang dianeksasi oleh Yordania.

Saat ini, Yerusalem masih menjadi rumah bagi gedung Parlemen Israel, dan Israel tetap menjadi rumah nasional bagi orang-orang Yahudi.

Kedudukan Yerusalem sebagai ibu kota Israel masih diperdebatkan, bahkan saat peringatan 70 tahun keputusan legislatif tersebut berlalu.

Palestina, kelompok etnonasional yang sebagian besar terdiri dari orang Kristen dan Muslim Arab, menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Israel mengklaim seluruh Yerusalem. Konflik ini melanjutkan pola historis kota yang terperangkap dalam tarik-menarik antara entitas politik.

Baca Juga: Penerbangan Internasional Pertama sejak Lengsernya Assad Mendarat di Suriah

2. Trump Mengakui Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel

Pada bulan Desember 2017, Presiden Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusannya yang kontroversial dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pemungutan suara beberapa hari kemudian. Seratus dua puluh delapan negara memberikan suara menentang Yerusalem sebagai ibu kota, dan hanya delapan negara yang memberikan suara bersama Amerika Serikat.

Menurut The New York Times, banyak diplomat khawatir bahwa langkah Trump akan melanggengkan kekerasan di ibu kota yang diperebutkan itu.

"Kami percaya bahwa tindakan apa pun yang akan merusak upaya ini harus benar-benar dihindari. Suatu cara harus ditemukan melalui negosiasi untuk menyelesaikan status Yerusalem sebagai ibu kota masa depan kedua negara."— Federica Mogherini, diplomat Uni Eropa

Ketika Trump menjabat pada tahun 2017, Kedutaan Besar AS di Israel berada di Tel Aviv, tetapi dipindahkan ke Yerusalem pada tahun 2018.

3. Dunia Menolak Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel

Melansir Al Jazeera, Israel menduduki Yerusalem Timur pada akhir Perang 1967 dengan Suriah, Mesir, dan Yordania; separuh bagian barat kota suci tersebut telah direbut dalam perang Arab-Israel 1948.

Pendudukan Israel atas Yerusalem Timur secara efektif menempatkan seluruh kota di bawah kendali Israel secara de facto. Namun, yurisdiksi dan kepemilikan Israel atas Yerusalem tidak diakui oleh masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved