Qatar akan Bantu Naikkan Gaji PNS Suriah
Rabu, 08 Januari 2025 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Pemberontak Suriah yang dipimpin Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) mengambil alih kekuasaan dari Assad pada 8 Desember dalam serangan kilat dan sejak itu telah melantik pemerintahan sementara yang telah menjanjikan kenaikan gaji sebesar 400% untuk pekerja sektor publik.
Total biaya bulanan untuk gaji termasuk kenaikan tersebut adalah sekitar USD120 juta, dengan lebih dari 1,25 juta pekerja dalam daftar gaji sektor publik, menurut Menteri Keuangan yang baru.
Sumber Kementerian Keuangan Suriah mengatakan mereka tidak memiliki konfirmasi mengenai pendanaan asing untuk gaji tetapi ada janji dukungan umum.
Kementerian Luar Negeri Qatar tidak segera menanggapi permintaan komentar.
HTS ditetapkan sebagai entitas teroris oleh Washington beberapa tahun lalu tetapi telah lama memutuskan hubungan dengan kelompok Al Qaeda, dan dalam beberapa tahun terakhir mengisyaratkan pendekatan yang lebih moderat.
Para pemberontak yang berubah menjadi penguasa telah berjanji memulai proses politik yang inklusif di Suriah dengan menyatukan semua komponen etnis dan agamanya dan telah berupaya menjangkau negara-negara Teluk Arab lainnya yang waspada terhadap sejarah mereka.
Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Al-Shibani, mengunjungi Riyadh dalam perjalanan resmi pertamanya ke luar negeri pekan lalu, dan sejak itu telah singgah di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Yordania.
Total biaya bulanan untuk gaji termasuk kenaikan tersebut adalah sekitar USD120 juta, dengan lebih dari 1,25 juta pekerja dalam daftar gaji sektor publik, menurut Menteri Keuangan yang baru.
Sumber Kementerian Keuangan Suriah mengatakan mereka tidak memiliki konfirmasi mengenai pendanaan asing untuk gaji tetapi ada janji dukungan umum.
Kementerian Luar Negeri Qatar tidak segera menanggapi permintaan komentar.
HTS ditetapkan sebagai entitas teroris oleh Washington beberapa tahun lalu tetapi telah lama memutuskan hubungan dengan kelompok Al Qaeda, dan dalam beberapa tahun terakhir mengisyaratkan pendekatan yang lebih moderat.
Para pemberontak yang berubah menjadi penguasa telah berjanji memulai proses politik yang inklusif di Suriah dengan menyatukan semua komponen etnis dan agamanya dan telah berupaya menjangkau negara-negara Teluk Arab lainnya yang waspada terhadap sejarah mereka.
Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Al-Shibani, mengunjungi Riyadh dalam perjalanan resmi pertamanya ke luar negeri pekan lalu, dan sejak itu telah singgah di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Yordania.
Lihat Juga :