Zelensky: Fakta Ukraina Tak Memiliki Senjata Nuklir Adalah Buruk

Senin, 06 Januari 2025 - 15:23 WIB
loading...
Zelensky: Fakta Ukraina...
Presiden Volodymyr Zelensky menyesali Ukraina tidak memiliki senjata nuklir. Foto/YouTube/Lex Fridman
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menegaskan kembali penyesalannya bahwa Kyiv tidak memiliki senjata nuklir guna mencegah invasi Rusia secara efektif.

Itu disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan podcaster Amerika Serikat (AS) Lex Fridman pada hari Minggu.

Selama percakapan tiga jam yang dirilis pada hari Minggu, Fridman mengatakan dia memiliki mimpi bahwa Presiden Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden terpilih AS Donald Trump akan berkumpul di sebuah ruangan dan berdamai.

Pertanyaannya tentang jaminan keamanan mana yang dapat memuaskan Ukraina dan Rusia mendorong Zelensky untuk memulai omelan panjang tentang bagaimana mitra dan penjamin keamanan Barat telah mengkhianati Ukraina di masa lalu.

Baca Juga: Cerita Ukraina Serahkan Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal

“Ukraina memiliki jaminan keamanan. Memorandum Budapest, senjata nuklir adalah jaminan keamanan yang dimiliki Ukraina. Ukraina memiliki senjata nuklir. Saya tidak ingin menggolongkannya sebagai baik atau buruk. Saat ini, fakta bahwa kami tidak memilikinya adalah buruk,” kata Zelensky, yang dilansir Russia Today, Senin (6/1/2025).

Setelah runtuhnya Uni Soviet, sekitar 1.700 hulu ledak nuklir ditinggalkan di wilayah Ukraina.

Sementara warisan tersebut secara teknis menjadikan Ukraina sebagai kekuatan nuklir terbesar ketiga di dunia, senjata itu sendiri selalu berada di bawah kendali operasional Rusia.

Pemerintah saat ini di Kyiv telah berulang kali mengeklaim bahwa Ukraina menyerahkan persenjataan nuklir miliknya berdasarkan Memorandum Budapest 1994 dengan imbalan jaminan keamanan dari Rusia, Inggris, dan AS.

“Memorandum Budapest, senjata nuklir, inilah yang kami miliki. Ukraina menggunakannya untuk perlindungan. Ini tidak berarti bahwa seseorang menyerang kami. Itu tidak berarti bahwa kami akan menggunakannya. Kami memiliki kesempatan itu. Ini adalah jaminan keamanan kami,” kata Zelensky.

Pemimpin Ukraina itu kemudian mengkritik AS, Inggris, dan negara-negara bersenjata nuklir lainnya karena mengabaikan permintaan Kyiv yang berulang kali untuk melindungi integritas dan kedaulatan wilayah Ukraina.

"Mereka tidak peduli," kata Zelensky dalam bahasa Rusia, meskipun secara aktif menghindari berbicara dalam bahasa tersebut selama wawancara.

"Rusia tidak peduli, begitu pula semua penjamin keamanan lainnya. Tidak seorang pun dari mereka peduli dengan negara ini, orang-orang ini, jaminan keamanan ini, dan lain-lain," paparnya.

Zelensky telah berulang kali menuduh Moskow melanggar Memorandum Budapest dan menyatakan penyesalannya bahwa negaranya menyerahkan senjata nuklirnya, dengan menyatakan pada awal tahun 2022—sebelum Rusia melancarkan serangannya—bahwa Kyiv memiliki "hak penuh" untuk membatalkan keputusan tersebut.

Pada bulan Oktober, dia menyatakan bahwa hanya ada dua pilihan untuk memastikan keamanan Ukraina: bergabung dengan NATO atau memperoleh senjata nuklir.

Rusia berpendapat bahwa Ukraina tidak pernah memiliki senjata nuklir sejak awal, karena aset Soviet secara hukum adalah milik Moskow.

Pejabat Rusia juga telah berulang kali menyatakan bahwa dokumen tahun 1994 tersebut dirusak oleh ekspansi NATO ke arah timur, yang mengancam kepentingan keamanan vital Moskow, dan bahwa AS-lah yang menginjak-injaknya dengan mensponsori kudeta Maidan di Kyiv pada tahun 2014.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved