Houthi Yaman Siap Konfrontasi Langsung Lawan AS dan Israel

Sabtu, 04 Januari 2025 - 08:45 WIB
loading...
Houthi Yaman Siap Konfrontasi...
Pejuang Houthi di Yaman. Foto/tasnim
A A A
SANAA - Rakyat Yaman "bersemangat" melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel di medan perang, dan bersiap untuk konfrontasi langsung dengan musuh.

Pernyataan itu diungkap Zaid al-Gharsi, direktur Departemen Urusan Media dan Budaya Pemerintah Keselamatan Nasional yang dipimpin Houthi.

"Orang-orang Yaman bersemangat untuk terlibat dalam konflik dengan musuh-musuh bangsa, dan telah meneriakkan slogan 'matilah Israel' selama 20 tahun terakhir, selain menghadapi peralatan (militer) yang akan dikerahkan oleh AS dan rezim untuk melawannya," ungkap al-Gharsi pada Jumat (3/1/2025).

“Orang-orang Yaman telah memasuki konfrontasi langsung melawan musuh-musuhnya hari ini, dan kami memberi tahu mereka ini: bahwa mereka dipersilakan masuk ke (neraka besar) mereka," ungkap pejabat itu.

"Kami dalam keadaan siap, dan telah mempersiapkan diri untuk semua kemungkinan skenario," tegas al-Gharsi.

Dia menekankan, “Jika musuh mengira hal itu akan menghentikan Yaman (dari mendukung Palestina melawan Israel), kami katakan kepada mereka bahwa mereka menderita ilusi.”

“Orang Yaman akan mengubah musuh mereka menjadi abu bahkan jika dipaksa untuk melawan mereka dengan tangan kosong,” papar juru bicara tersebut.

“Lebih jauh, upaya untuk menekan Houthi agar tunduk dengan mensponsori tentara bayaran untuk melawan mereka dan menargetkan infrastruktur sipil Yaman akan gagal, sama seperti yang telah mereka gagalkan selama sembilan tahun terakhir,” ujar al-Gharsi meyakinkan.

Pernyataan Al-Gharsi muncul di tengah peningkatan dramatis dalam jumlah serangan rudal Houthi yang menargetkan Israel dalam beberapa pekan terakhir, dengan peluncuran yang menimbulkan kekacauan di sebagian besar wilayah Israel di tengah kegagalan sistem pertahanan rudal berlapis-lapis yang canggih untuk mencegatnya sebelum mencapai wilayah udara Israel.

Pengerahan sistem THAAD AS di Israel untuk melindungi sekutunya pada bulan Oktober tampaknya tidak banyak berdampak.

Sistem itu bertujuan membantu mencegat rudal Houthi pekan lalu, tetapi gagal menangani proyektil yang ditembakkan hampir setiap hari pada hari-hari sebelumnya atau sesudahnya.

Wakil ketua Otoritas Media Houthi Nasruddin Amer mengejek kekurangan sistem pertahanan rudal AS yang dilaporkan pada hari Jumat, dengan mencuit, "Sistem THAAD Amerika paling canggih yang baru-baru ini dikerahkan di Palestina yang diduduki, telah jatuh ke dalam kategori pertahanan rudal yang gagal terhadap kecepatan rudal hipersonik Yaman."

Jutaan orang Israel terbangun di tengah malam dan terpaksa berlari mencari perlindungan pada Jumat pagi setelah rudal Houthi terbaru menembus wilayah udara Israel sebelum dicegat, dengan puing-puing menghujani permukiman Israel di Tepi Barat.

Layanan darurat nasional Israel mengatakan 12 orang terluka dalam perjalanan ke tempat penampungan, dengan sembilan orang lainnya dirawat karena "kecemasan akut" setelah insiden tersebut.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree melaporkan kemudian pada hari itu bahwa rudal balistik hipersonik telah diluncurkan ke satu pembangkit listrik di Tel Aviv timur, mungkin sebagai tanggapan balasan atas serangan besar-besaran Israel terhadap infrastruktur Yaman pekan lalu.

“Dalam operasi terpisah, satu pesawat nirawak diluncurkan yang menargetkan lokasi militer,” ungkap Saree.

“Serangan Houthi akan terus berlanjut hingga agresi di Gaza berhenti dan pengepungan dicabut," papar juru bicara itu bersumpah.

“Houthi lebih maju secara teknologi daripada yang diperkirakan dan tidak boleh diremehkan," ungkap mantan anggota Dewan Keamanan Nasional Israel Yoel Guzansky kepada Washington Post pada hari Jumat dalam artikel yang menggarisbawahi teka-teki yang dihadapi Israel dan AS dalam menghadapi pejuang Yaman.

Mantan pejabat pertahanan dan intelijen Israel Eyal Pinko mengatakan kepada outlet tersebut bahwa tidak seperti Hamas dan Hizbullah, menargetkan Houthi dalam "manuver darat" tidaklah mungkin, sementara serangan udara mahal dan berpotensi terbatas dalam efektivitasnya.

“Yang menambah kesulitan adalah penetrasi intelijen Israel yang terbatas terhadap pejuang,” ungkap Pinko.

Selain risiko militer dan reputasi, operasi Houthi selama setahun terakhir telah berdampak buruk pada ekonomi Israel, dengan maskapai penerbangan asing membatalkan penerbangan masuk dan keluar dari negara yang bergantung pada pariwisata tersebut.

Tak hanya itu, pelabuhan Eilat bangkrut akibat blokade sebagian pejuang Houthi terhadap pengiriman barang terkait Israel melalui Laut Merah dan Laut Arab.

Baca juga: Tentara Israel Serbu Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Paksa Evakuasi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved