Profil Lynda Tabuya, Menteri Fiji yang Dipecat Gara-gara Video Tak Senonohnya Tersebar di Internet
Jum'at, 03 Januari 2025 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Pada pemilihan umum (Pemilu) waktu itu, Lynda adalah kandidat perempuan dengan perolehan suara tertinggi secara keseluruhan. Dia lalu terpilih kembali pada tahun 2022.
Kemudian, dia diangkat sebagai Menteri untuk Perempuan, Anak-anak, dan Perlindungan Sosial pada Desember 2022. Lynda berada di bawah pemerintahan Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka.
Sebelum berkarier di dunia politik, Lynda adalah dosen hukum di University of the South Pacific. Namun, dia mengundurkan diri pada tahun 2014 untuk mengejar ambisi politiknya.
Bicara riwayat pendidikan, Lynda memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Bond University di Australia. Lalu, ada juga Magister Hukum dari Washington University di St Louis di Amerika Serikat.
Sebelum kontroversi akhir-akhir ini, Lynda sudah beberapa kali menjadi sorotan. Sebut saja dari didakwa melanggar Undang-Undang Ketertiban Umum atas komentar media sosial tentang tanggapan pemerintah terhadap Covid-19 pada Maret 2020, ditangkap oleh polisi Fiji setelah mengkritik langkah pemerintah untuk mengubah Undang-undang Pertanahan pada Juli 2021 hingga mencoba melarang makanan manis di sekolah pada Desember 2024.
Terbaru, Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka memberhentikan Lynda dari jabatan menteri sebagai konsekuensi beredarnya video syur pribadi di internet.
Meski Lynda mengklaim video terkait sengaja dibocorkan pihak tak bertanggung jawab, pemerintahan Sitiveni Rabuka tidak menyelidiki bagaimana video tersebut masuk ke domain publik. Sebaliknya, mereka langsung menendangnya keluar dari kabinet.
Kemudian, dia diangkat sebagai Menteri untuk Perempuan, Anak-anak, dan Perlindungan Sosial pada Desember 2022. Lynda berada di bawah pemerintahan Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka.
Sebelum berkarier di dunia politik, Lynda adalah dosen hukum di University of the South Pacific. Namun, dia mengundurkan diri pada tahun 2014 untuk mengejar ambisi politiknya.
Bicara riwayat pendidikan, Lynda memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Bond University di Australia. Lalu, ada juga Magister Hukum dari Washington University di St Louis di Amerika Serikat.
Sebelum kontroversi akhir-akhir ini, Lynda sudah beberapa kali menjadi sorotan. Sebut saja dari didakwa melanggar Undang-Undang Ketertiban Umum atas komentar media sosial tentang tanggapan pemerintah terhadap Covid-19 pada Maret 2020, ditangkap oleh polisi Fiji setelah mengkritik langkah pemerintah untuk mengubah Undang-undang Pertanahan pada Juli 2021 hingga mencoba melarang makanan manis di sekolah pada Desember 2024.
Terbaru, Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka memberhentikan Lynda dari jabatan menteri sebagai konsekuensi beredarnya video syur pribadi di internet.
Meski Lynda mengklaim video terkait sengaja dibocorkan pihak tak bertanggung jawab, pemerintahan Sitiveni Rabuka tidak menyelidiki bagaimana video tersebut masuk ke domain publik. Sebaliknya, mereka langsung menendangnya keluar dari kabinet.
Lihat Juga :