FBI: Tersangka Serangan New Orleans Shamsud-Din Jabbar 100% Terinspirasi ISIS

Jum'at, 03 Januari 2025 - 11:24 WIB
loading...
A A A
FBI terus memburu petunjuk tentang Jabbar tetapi mengatakan bahwa setelah sehari melakukan penyelidikan, mereka yakin dia tidak dibantu oleh orang lain dalam serangan itu.

Rencana serangan itu juga mencakup penempatan bom rakitan di lingkungan tersebut dalam upaya yang jelas untuk menyebabkan lebih banyak pembantaian, kata para pejabat.

Dua alat peledak rakitan yang ditinggalkan di pendingin yang berjarak beberapa blok berhasil diamankan di tempat kejadian. Alat lainnya dipastikan tidak berfungsi.

Para pejabat meninjau rekaman video pengawasan yang memperlihatkan orang-orang berdiri di dekat salah satu pendingin tetapi menyimpulkan bahwa mereka tidak terhubung "dengan cara apa pun" dengan serangan itu, meskipun para penyelidik masih ingin berbicara dengan mereka sebagai saksi, kata Raia.

Para investigator juga mencoba memahami lebih jauh tentang jalan Jabbar menuju radikalisasi, yang menurut mereka berpuncak pada saat dia menyewa truk di Houston pada 30 Desember dan mengendarainya ke New Orleans pada malam berikutnya.

FBI menemukan bendera ISIS hitam dari truk pikap sewaannya dan meninjau lima video yang diunggah ke Facebook, termasuk satu video yang menunjukkan bahwa dia awalnya berencana untuk menyakiti keluarga dan teman-temannya. "Tetapi khawatir bahwa berita utama tidak akan fokus pada perang antara 'orang beriman dan orang kafir'," kata Raia.

Jabbar juga menyatakan bahwa dia bergabung dengan ISIS sebelum musim panas lalu, dan dia memberikan surat wasiat terakhir, kata FBI.

Jabbar bergabung dengan Angkatan Darat pada tahun 2007, bertugas aktif dalam sumber daya manusia dan teknologi informasi dan ditugaskan ke Afghanistan dari tahun 2009 hingga 2010, kata dinas tersebut.

Dia dipindahkan ke Cadangan Angkatan Darat pada tahun 2015 dan keluar pada tahun 2020 dengan pangkat sersan staf.

Seorang pejabat pemerintah AS, yang berbicara dengan syarat anonim karena pejabat tersebut tidak berwenang untuk berbicara di depan umum, mengatakan Jabbar melakukan perjalanan ke Mesir pada tahun 2023, tinggal di Kairo selama seminggu, sebelum kembali ke AS dan kemudian melakukan perjalanan ke Toronto selama tiga hari.

Tidak segera jelas apa yang dia lakukan selama perjalanan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved