Populasi Jalur Gaza Berkurang 6% sejak Dimulainya Genosida Israel

Kamis, 02 Januari 2025 - 19:45 WIB
loading...
Populasi Jalur Gaza...
Warga Palestina berkumpul setelah serangan Israel di halaman Rumah Sakit Kamal Adwan dan bangunan di sekitarnya di Beit Lahya, Gaza pada 25 Desember 2024. Foto/Khalil Ramzi Alkahlut/Anadolu Agency
A A A
JALUR GAZA - Populasi Jalur Gaza berkurang sekitar 6%, atau 160.000 orang, dengan lebih dari 55.000 orang tewas dan 100.000 orang telah meninggalkan Gaza sejak Israel melancarkan genosida terhadap daerah kantong itu pada Oktober 2023.

Biro Statistik Pusat Palestina (PCBS) mengumumkan data itu dalam laporan yang dikeluarkan pada hari Selasa (31/12/2024).

PCBS mengatakan populasi Jalur Gaza telah turun menjadi 2,1 juta selama genosida, dengan lebih dari satu juta, atau 47%, adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.

“Israel telah melancarkan perang agresi yang brutal terhadap Gaza yang menargetkan semua jenis kehidupan, manusia, bangunan, dan infrastruktur vital… seluruh keluarga telah dihapus dari catatan sipil. Ada kerugian manusia dan material yang sangat besar,” tegas biro tersebut.

Agak dapat diprediksi, Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim statistik tersebut dibuat-buat. Namun, jumlah tersebut sesuai dengan perkiraan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Hingga Juli 2024, OCHA memperkirakan sekitar 2,1 juta warga Palestina masih berada di Jalur Gaza.

Laporan kantor media pemerintah di Gaza mengonfirmasi jumlah orang hilang sejak dimulainya perang kini mencapai sekitar 11.200, dan 1.413 keluarga Palestina telah dihapus dari catatan sipil.

Militer rezim apartheid Israel juga hanya membiarkan satu anggota keluarga Palestina hidup dari 3.467 keluarga Palestina.

Baca juga: Hamas Disebut Usulkan Gencatan Senjata Sepekan Tanpa Syarat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved