3 Perpecahan yang Muncul di Pemerintahan Israel selama Genosida di Gaza
Rabu, 01 Januari 2025 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Gallant dipecat karena perbedaan pandangan strategis dengan Netanyahu, terutama terkait dengan perang di Gaza.
Gallant menentang rencana Netanyahu memperluas kendali militer Israel di Gaza dan menolak pembentukan pemerintahan militer di wilayah tersebut.
Ketegangan ini mencerminkan perpecahan yang lebih luas di dalam kabinet perang Israel, dengan beberapa pejabat mendukung Gallant dan yang lainnya mendukung Netanyahu.
Perpecahan kedua terjadi dalam koalisi pemerintahan yang dipimpin oleh Netanyahu. Koalisi ini terdiri dari berbagai partai politik dengan pandangan yang berbeda-beda, termasuk Likud, Shas, dan Partai Zionis Religius.
Perbedaan pandangan ini sering kali menyebabkan ketegangan dan konflik internal. Misalnya, Partai Zionis Religius yang dipimpin Bezalel Smotrich sering kali memiliki pandangan yang lebih ekstrem dibandingkan dengan partai-partai lain dalam koalisi.
Hal ini menyebabkan ketegangan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah.
Gallant menentang rencana Netanyahu memperluas kendali militer Israel di Gaza dan menolak pembentukan pemerintahan militer di wilayah tersebut.
Ketegangan ini mencerminkan perpecahan yang lebih luas di dalam kabinet perang Israel, dengan beberapa pejabat mendukung Gallant dan yang lainnya mendukung Netanyahu.
2. Perpecahan dalam Koalisi Pemerintahan
Perpecahan kedua terjadi dalam koalisi pemerintahan yang dipimpin oleh Netanyahu. Koalisi ini terdiri dari berbagai partai politik dengan pandangan yang berbeda-beda, termasuk Likud, Shas, dan Partai Zionis Religius.
Perbedaan pandangan ini sering kali menyebabkan ketegangan dan konflik internal. Misalnya, Partai Zionis Religius yang dipimpin Bezalel Smotrich sering kali memiliki pandangan yang lebih ekstrem dibandingkan dengan partai-partai lain dalam koalisi.
Hal ini menyebabkan ketegangan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah.
Lihat Juga :