7 Warga Palestina Tewas Kedinginan di Gaza, Hamas Desak PBB dan Negara Muslim Bertindak

Selasa, 31 Desember 2024 - 18:01 WIB
loading...
7 Warga Palestina Tewas...
Bayi Palestina tewas kedinginan di Gaza akibat blokade oleh Israel. Foto/al jazeera
A A A
JALUR GAZA - Warga Palestina di Gaza sudah terbunuh oleh bom Israel, kelaparan, dan penyakit, dan sekarang mereka tewas kedinginan.

Sebanyak tujuh warga Palestina, termasuk enam bayi, telah meninggal karena hipotermia dalam sepekan terakhir. Itu termasuk bayi baru lahir berusia 20 hari.

Suhu udara anjlok dan ratusan ribu orang yang mengungsi secara paksa berjuang untuk tetap hangat, dalam kondisi basah di tenda-tenda darurat.

PBB telah memperingatkan Israel sedang membongkar sarana bertahan hidup di Gaza dan secara sistematis menghalangi akses kemanusiaan.

Hind Khoudary dari Al Jazeera melaporkan berita terbaru itu dari Deir el-Balah di Gaza tengah, Palestina.

Kelompok Hamas Palestina menyerukan "pasokan bantuan dan tenda untuk melindungi ratusan ribu warga sipil yang mengungsi dari udara dingin dan dampak buruk" serangan Israel di daerah kantong tersebut.

"Tugas kemanusiaan dan hukum masyarakat internasional dan PBB mengharuskan tindakan segera untuk memberikan bantuan kepada rakyat kami di Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran kejahatan Zionis berupa genosida dan pembersihan etnis," tegas Hamas.

Permohonan Hamas muncul setelah pihak berwenang di Gaza mengumumkan tujuh warga Palestina telah meninggal karena hipotermia di Gaza, termasuk enam bayi.

Israel terus membatasi masuknya bantuan ke daerah kantong tersebut, termasuk pasokan musim dingin.

Baca juga: Jokowi Finalis Tokoh Dunia Terkorup Versi OCCRP
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved